Merauke – Kabarlagi.id. Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengapresiasi kerja keras para peternak lokal yang sukses menghasilkan sapi unggulan dengan bobot prima untuk ibadah kurban. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri serah terima bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia Merauke, Selasa (26/5) sore.
Dalam acara tersebut, Bupati Yoseph menerima bantuan sapi kurban tingkat kabupaten dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan, yang kemudian ia teruskan kepada pengurus Masjid Perumahan Bloreb Merauke. Secara khusus, ia juga menyerahkan bantuan sapi kurban dari pemerintah daerah kepada Pengurus Kemakmuran Masjid (PKM) Raya Al-Aqsha Merauke.
Di sela-sela penyerahan, Yoseph mengaku takjub saat melihat langsung sapi bantuan Presiden seberat 1,2 ton yang merupakan hasil pemeliharaan peternak asli Merauke. Bagi Yoseph, pencapaian ini adalah buah dari program pengembangan yang tepat sasaran di sektor pertanian dan peternakan daerah.
“Kita bisa lihat bobotnya luar biasa. Tadi saya tanya kepada kepala dinas ketahanan pangan, yang terberat 1,2 ton. Ini sangat berat,”ujar Yoseph.
Ia menambahkan, keberhasilan memproduksi sapi dengan bobot jumbo ini membuktikan bahwa peternakan Merauke memiliki potensi yang sangat besar untuk terus bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Hal ini menunjukkan bahwa potensi peternakan di daerah kita terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata,”sebutnya.
Kendati demikian, Yoseph tidak menampik bahwa kualitas prima ini mendatangkan tantangan logistik tersendiri bagi wilayah Papua Selatan, khususnya dalam memastikan pemerataan distribusi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau lewat jalur darat.
“Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Dengan ukuran sebesar itu tentu membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam proses distribusi ke wilayah seperti Asmat,”jelas Yoseph.
Tantangan distribusi tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan & Perikanan Provinsi Papua Selatan, Paino, S.IP., MT. Ia menjelaskan bahwa sapi bantuan Presiden seberat lebih dari satu ton itu harus dibagi demi keselamatan transportasi laut.
“Untuk Kabupaten Asmat menjadi dua ekor karena kalau satu ekor dengan bobot satu ton lebih bisa berisiko di laut. Sehingga dijadikan dua ekor dengan bobot sekitar 500 kilogram setiap ekor. Kalau Merauke, Mappi, dan Boven Digoel, termasuk untuk Provinsi Papua Selatan masing-masing satu ekor,”urai Paino.
Menyikapi potensi sekaligus tantangan tersebut, Bupati Yoseph menegaskan komitmennya untuk terus menggulirkan program replanting dan stimulus strategis lainnya guna mendongkrak kapasitas serta kesejahteraan para peternak di Merauke.
“Harapan kita, peternakan di Kabupaten Merauke dan Papua Selatan dapat menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu menopang perekonomian daerah di masa depan,”tegasnya.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada esok hari, Yoseph juga mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan makna ibadah kurban dalam kehidupan berbangsa.
“Bagaimana kita mengupayakan hal-hal baik dan perlu disertai pengorbanan, inilah inti dari keberadaan kita di sore ini. Semoga semangat pengorbanan yang kita maknai dalam Idul Adha dapat terus kita implementasikan dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,”pesan Bupati Yoseph.
Di sisi lain, prosesi serah terima bantuan ini diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Papua Selatan Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sunarjo, yang membawa amanat dari Gubernur Apolo Safanpo. Sunarjo memberikan catatan tegas agar penyaluran daging kurban memprioritaskan masyarakat ekonomi lemah di akar rumput.
“Fungsi sosial karena bagaimana memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita yang ekonominya lemah, yang tidak pernah beli daging pada waktu Idul Kurban itu diberikan untuk menikmati bagiannya. Makanya, kalau yang bisa membeli daging menerima, bahkan minta, itu kebangetan. Mereka yang belum pernah membeli daging, mari kita berikan kesempatan sebagai pilihan utama,”tegas Sunarjo mewakili Gubernur.
Selain sasaran penerima, Sunarjo juga menitipkan pesan evaluasi bagi Bupati Yoseph terkait kesiapan teknis RPH Merauke yang saat ini baru memiliki satu Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat. Ia meminta dinas terkait bergerak cepat untuk merombak strategi sejak jauh-jauh hari.
“Karena Juleha ini ada sertifikatnya, kalau berkaitan dengan RPH dan Rumah Potong Unggas, itu timnya mahal. Jangan sampai mendadak baru dicek ke para peternak yang ada,”pungkas Sunarjo. (Rizki)


