Berkabar Untuk Indonesia Jl. Kramat Lontar No.H. 92, RT.6/RW.7, Kramat, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450

Menu Utama

Menko Bidang Pangan Sebut PSN Papua Selatan Tunjukkan Progres Positif Menjelang Panen Raya

PenulisRizki Saputra
Dipublikasikan

Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah mengebut pembangunan kawasan sentra pangan baru di Papua Selatan dengan menargetkan cetak sawah seluas 10.000 hingga 11.000 hektare sepanjang tahun ini. Kepastian target tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Program Prioritas Nasional Bidang Pangan dan Pertanian Papua Selatan di Merauke pada Selasa, (14/07/2026).

Dalam jumpa pers usai rapat terbatas yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Papua Selatan, Bupati Merauke, serta jajaran Forkopimda tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membeberkan perkembangan pesat proyek strategis nasional ini.

“Saudara-saudara, saya sudah berkali-kali ke Papua Selatan, ke Merauke, ke Wanam, untuk mempersiapkan kawasan sentra produksi pangan, energi dan air. Alhamdulillah kemajuannya pesat sekali. Sekarang pelabuhan sudah jadi, jalan 158 kilo sudah jadi, sekarang akses pembangunan jalan darat 58 ke 135 km dalam proses. Bandara sedang dalam proses, cetak sawah tahun ini ditarget 10.000 – 11.000. Sekarang tadi sudah ditanam 1.200-an, sudah selesai ditanam. Diperkirakan nanti Presiden akan hadir di sini untuk panen Oktober atau November 2026. Cepat sekali,” kata Zulkifli Hasan.

Progres fisik di lapangan memang menunjukkan dinamika yang positif. Penanaman padi di atas lahan seluas 1.200 hektare yang telah rampung menjadi modal awal yang kuat. Pemerintah kini bersiap menyambut kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan turun langsung ke Merauke untuk memimpin panen perdana pada akhir tahun ini.

Zulkifli menekankan bahwa proyek berskala besar ini tidak akan berjalan mulus tanpa sinergi yang kokoh di tingkat daerah. Sosialisasi yang masif ke seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan adat menjadi kunci agar visi pembangunan ini dipahami secara utuh.

“Tentu ini karena dukungan semua pihak, maka perlu sekali namanya sosialisasi karena kita perlu dukungan para kepala daerah, tentu TNI kita, Polri kita, tokoh-tokoh adat, masyarakat, perlu dijelaskan. Apa tujuan membangun Papua Selatan, apa tujuan membangun sentra-sentra produksi pangan, energi itu. Tujuannya untuk kemakmuran Papua. Kita berharap nanti Papua, pangannya tidak tergantung sama daerah lain lagi. Kalau Wanam jadi, seluruh Papua bisa disuplai dari sini. Bahkan kalau lebih, bisa disuplai ke Maluku dan Maluku Utara,” jelasnya.

Rencana besar ini memang diproyeksikan untuk memutus rantai ketergantungan pangan Papua dari wilayah lain, khususnya Pulau Jawa yang selama ini memerlukan ongkos logistik tinggi. Sentra pangan di Wanam nantinya dirancang menjadi lumbung yang mampu menyuplai kebutuhan pangan seluruh tanah Papua hingga menembus wilayah Maluku .

Selain pangan, wilayah selatan Papua ini juga dipersiapkan menjadi pilar kemandirian energi baru dengan rencana pembangunan fasilitas pengolahan biodiesel B50. Pemerintah optimistis langkah ini akan menekan biaya hidup masyarakat setempat secara signifikan.

“Di sini nanti akan dibangun B50. Jadi energi pun Papua cukup untuk Papua sendiri, tidak perlu datang lagi dari Jawa, jauh, mahal. Bayangin kalau kirim beras ke sini mahal. Kalau di sini berhasil, lebih cepat, lebih bagus, maka Papua akan mandiri pangannya, mandiri energinya, dan akan membawa kemakmuran bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top