Merauke – Kabarlagi.id. SDIT Harapan Bunda Merauke resmi menerapkan sistem absensi digital berbasis foto dan koordinat lokasi untuk memodernisasi manajemen sekolah. Inovasi yang mulai diujicobakan sejak Selasa, 14 – 16 Juli 2026, ini dirancang untuk mempermudah pemantauan kehadiran tenaga pendidik secara real-time.
Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari rencana strategis sekolah jangka panjang. Melalui sistem baru ini, pihak sekolah dapat mengelola data kehadiran melalui admin panel yang mencakup fitur penjadwalan hingga pengaturan guru pengganti.
Kepala Sekolah SDIT Harapan Bunda, Alif Friendy Kurniawan, S.Pd, menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) sekolah tahun 2026 hingga 2029. Pihaknya berambisi membawa institusi tersebut lebih dikenal publik melalui integrasi media sosial, situs web, dan aplikasi.
“Latar belakang untuk absen digital ini memang bagian dari roadmap kita di 2026 sampai 2029, bahwa kita ingin go public lewat media sosial, aplikasi, dan website,” ungkap Alif saat ditemui pada Selasa, (21/07/2026).
Selain visi digitalisasi, alasan praktis di lapangan menjadi pendorong utama perubahan ini. Selama ini, letak ruang kelas yang terpisah-pisah membuat pencatatan kehadiran manual menjadi tidak efisien karena hanya terpusat di satu titik gedung utama.
“Hal ini agak menyulitkan guru yang harus menulis, masuk kelas, lalu menulis lagi saat keluar kelas. Akhirnya, kita buat alternatif termudah: mereka masuk parkiran, sudah langsung bisa absen tanpa harus masuk ke gedung utama terlebih dahulu, dengan sistem yang sudah kita tentukan radiusnya,” papar Alif.
Meski sempat mengalami masa transisi selama dua hari pertama karena faktor pembiasaan, para guru kini mulai terbiasa dan merasa nyaman menggunakan aplikasi tersebut di smartphone masing-masing.
Alif menegaskan, transparansi sistem menjadi keunggulan utama. Karena berbasis koordinat GPS dan foto, data kehadiran tidak dapat dimanipulasi oleh siapa pun. Hal ini diharapkan mampu membangun budaya disiplin yang lebih kuat di lingkungan sekolah.
“Harapannya, ini menjadi penyemangat buat guru-guru untuk hadir ke sekolah dan menjadi tempat untuk pendisiplinan terhadap diri sendiri. Ketika menggunakan aplikasi, sistemnya sudah baku dan tidak bisa diralat atau dimanipulasi,” tandasnya.
Saat ini, fitur yang sudah dapat diakses oleh para guru meliputi absen masuk, absen pulang, izin, hingga pengaturan guru pengganti. Ke depan, SDIT Harapan Bunda berencana terus mengembangkan aplikasi ini dengan menambah fitur pemantauan performa guru dan elemen manajerial lainnya.
“Ini bertujuan untuk memotivasi kedisiplinan, semangat datang ke sekolah lebih awal, dan membuat kita menjadi lebih rapi terkait dengan hal prosedural di sekolah,” pungkas Alif. (Rizki)




