Merauke – Kabarlagi.id. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Papua Selatan menggelar Kemah Bela Negara (Kembara) untuk pertama kalinya sejak provinsi ini resmi terbentuk. Kegiatan pembinaan kader yang dipusatkan di kawasan wisata Salor, Kabupaten Merauke, tersebut berlangsung mulai Jumat, (17/07/2026).
Ketua DPW PKS Papua Selatan, Kusmanto, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian penting dari sistem kaderisasi berkala yang wajib dijalankan oleh seluruh pengurus partai.
“Kami di DPW PKS Papua Selatan, kita mengagendakan namanya Kemah Bela Negara. Nah, kemah ini merupakan satu instrumen, sarana pembinaan di dalam Partai Keadilan Sejahtera. Lazimnya bahwa Kembara ini dilakukan oleh pengurus baik DPW maupun di DPD, se-idealnya adalah satu tahun sekali. Dan itu wajib diikuti oleh seluruh anggota di berbagai jenjang, ” kata Kusmanto.
Pembinaan terstruktur dalam Kembara ini menitikberatkan pada kesiapan mental dan ketahanan fisik para kader.
“Maka saat ini, Kemah Pandu Nusantara salah satu sasarannya, tujuannya adalah bagaimana membangun spiritual yang bagus. Yang kedua adalah bagaimana membangun suatu kedisiplinan fisik yang tangguh. Karena kita ini adalah sebagai kader, maka kita juga harus siap mengamankan institusi maupun bagaimana ketika bangsa dan negara ini membutuhkan, kita juga siap. Butuh fisik, ” ujarnya.
Selain pembekalan fisik, wawasan kebangsaan turut disisipkan sebagai pilar penting untuk memperkuat rasa nasionalisme seluruh peserta yang hadir.
“Yang berikutnya adalah nanti ada namanya materi wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan ini penting supaya kader-kader PKS ini mempunyai wawasan kebangsaan yang utuh terhadap bangsa ini, ” lanjut Kusmanto.
Keterampilan praktis di lapangan juga tidak luput dari kurikulum pembinaan kader kali ini, terutama mengenai kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
“Yang berikutnya adalah tentu keterampilan, skill. Misalnya tentang kebencanaan, tanggap bencana. Karena nanti juga ada materi terkait dengan tanggap bencana itu. Tanggap darurat bencana. Makanya inilah beberapa salah satu tujuan kita melakukan Kembara atau Kemah Bela Negara ini. Yaitu saya sampaikan tadi bahwa selain intelektual yang bagus, spiritual yang bagus, tentu adalah fisik atau kedisiplinan yang tangguh seorang kader, ” imbuhnya.
Terkait lokasi kegiatan, panitia memilih kawasan Salor yang dikenal sebagai daerah wisata di wilayah Kurik.
“Ini kami mengambil lokasi di Salor. Salor di tempat sebelum Musamus itu. Tempat wisata itu, ” tutur Kusmanto.
Pemilihan tempat wisata Salor ini merupakan bagian dari upaya penyegaran suasana bagi para kader setelah sebelumnya sering mengadakan kegiatan di area hutan.
“Ini kan variasi. Yang lalu kami pernah di Muting, pernah di Jagebob, di hutan-hutan sana. Saat ini mungkin teman-teman panitia mengambil angle di daerah wisata di Salor, ” jelasnya.
Kegiatan yang dirancang intensif ini berlangsung selama akhir pekan agar tidak mengganggu aktivitas kerja rutin para pengurus dan kader.
“Kita agendakan Kembara ini kita lakukan selama tiga hari. Jadi Jumat sore ini, sampai nanti Minggu sore. Minggu sore kita sudah kembali, ” kata Kusmanto.
Berbeda dengan program pembinaan sebelumnya, Kembara kali ini dikhususkan bagi kader laki-laki dengan jumlah peserta yang cukup signifikan.
“Estimasi sekitar 100-an. Laki-laki. Kalau perempuan itu namanya Latansa, sudah dilaksanakan di Kuprik, ” tambahnya.
Meskipun sasaran pesertanya berbeda, Kusmanto menjelaskan bahwa secara umum esensi materi yang diberikan tidak jauh berbeda dengan program perempuan yang sudah terlaksana terlebih dahulu.
“Sama. Di sana juga secara basic sama. Jadi kurikulumnya juga sama. Cuma mungkin durasinya yang berbeda. Dan mungkin tingkat kesulitannya yang juga berbeda, ” paparnya.
Momentum kembara kali ini juga menjadi catatan sejarah baru bagi struktur kepengurusan partai di wilayah paling timur Indonesia tersebut, terutama semenjak pemekaran provinsi baru berjalan.
“Kalau selama terbentuk Papua Selatan ini untuk yang pertama kali. Kalau dibikin Kembara ini sudah banyak kali. Kami beberapa kali pernah di Wasur, pernah di Muting, di Kurik pernah juga, di Jagebob. Empat kabupaten, ” sebutnya.
Demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari ke depan, Kusmanto mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap instruksi panitia demi keselamatan dan kesuksesan bersama.
“Himbauan saya, bagaimana peserta harus mengikuti arahan yang sudah ditentukan oleh panitia. Sehingga kita membutuhkan kedisiplinan, bagaimana ketaatan. Sebagai semua anggota, semua kader yang ikut Kembara ini mengikuti semua satu komando, satu arahan, tidak ada yang lain, ” tegas Kusmanto.
Para peserta bertolak menuju lokasi menggunakan iringan truk dan mobil operasional partai. Melalui kegiatan kemah ini, para kader diharapkan dapat mempertebal rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan kesiapan dalam upaya bela negara. (Rizki)



