Merauke – Kabarlagi,id. Sebanyak 99 pelari memadati kawasan Monumen Kapsul Waktu Merauke untuk mengikuti ajang Fun Run 5K yang digelar BPJS Kesehatan Merauke pada Rabu, (9/9/2026). Perlombaan lari sejauh lima kilometer ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional guna menggaungkan gerakan promotif dan preventif kesehatan bagi masyarakat di Papua Selatan.
Aktivitas di titik kumpul sudah meningkat sejak pukul 05.30 WIT. Usai registrasi, doa bersama, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta lagu Tanah Papua, instruktur Iksan memandu para pelari melakukan pemanasan. Peserta kemudian bersiap di garis start pada pukul 06.40 WIT sebelum dilepas tepat pukul 06.45 WIT oleh Asisten I Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, bersama jajaran pejabat daerah. Panitia menyediakan 72 medali bagi peserta yang tercepat menyentuh garis akhir.
Para peserta menyusuri rute mulai dari Kapsul Waktu di Jalan Brawijaya, melintasi Jalan Misi, Jalan Mandala hingga melewati Kantor BPJS Kesehatan Merauke, lalu berbelok menuju Jalan PGT, Jalan R.E. Martadinata, dan kembali finis di pelataran monumen.
Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan, Benjamin Saut Parulian Simanjuntak, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni olahraga tahunan. Langkah ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebugaran merupakan investasi jangka panjang di tengah pergeseran pola penyakit pascapandemi.
“Bukan hanya kegiatan yang kita lakukan pada hari ini, tapi juga membangun budaya hidup sehat, karena ini adalah investasi. Ada yang mengatakan bahwa sehat memang bukan segalanya, tetapi tanpa kesehatan segalanya tidak ada arti. Kita jadikan ini momentum penguatan promotif dan preventif. Tidak hanya di kala sakit, tetapi juga di kala sehat kita menjaga kebugaran lewat olahraga dan pola makan yang sehat,” tutur Benjamin.
Ia menjelaskan, angka 99 peserta sengaja dipilih agar selaras dengan tanggal sembilan bulan sembilan sekaligus merepresentasikan simbol peringatan Haornas. Harapannya, para pelari ini mampu menjadi duta gaya hidup aktif di lingkungannya masing-masing.
“Tantangan kesehatan kita makin kompleks, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular yang meningkat dari sisi epidemiologi. Itu dapat kita kendalikan lewat fisik yang sehat, pola makan, serta kesiapan mental dan spiritual. Pemilihan Kapsul Waktu sebagai lokasi menyimpan harapan anak-anak Indonesia untuk masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini menentukan masa depan yang kita wariskan kepada generasi berikutnya,” imbuhnya.
Benjamin menambahkan, komitmen pemerataan layanan jaminan kesehatan terus berjalan dari ujung barat hingga timur nusantara. Sebelumnya, BPJS Kesehatan telah meresmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang pada Jumat, 7 Agustus 2026. Sarana serupa di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota Merauke juga telah rampung dibangun.
“BPJS Kesehatan tidak bisa berdiri sendiri. Kami berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas dan memperluas akses layanan, khususnya di daerah terpencil dan pedalaman Papua Selatan yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas maupun tenaga medis,” katanya.
Dukungan serupa disuarakan Pemerintah Kabupaten Merauke. Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, Yermias Paulus Ruben Ndiken, yang hadir mewakili Bupati Merauke, mengapresiasi antusiasme warga dan pemuda yang meramaikan lintasan lari pagi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Yermias turut menyampaikan evaluasi terbuka terkait mutu pelayanan fasilitas kesehatan di wilayahnya.
“Pemerintah Kabupaten Merauke menyampaikan permohonan maaf ketika dalam pelayanan jaminan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Merauke masih mengalami kekurangan. Kami akan perbaiki ke depan. Pemerintah tetap hadir mendampingi masyarakat,” kata Yermias.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, untuk mulai menerapkan ritme hidup yang seimbang demi masa depan Merauke yang produktif.
“Berusahalah hidup sehat, karena itu investasi masa depan. Hidup teratur, makan teratur, tidur cukup, itu pedoman agar kita mendapatkan kehidupan yang layak. Bagi anak-anak muda, hentikan kebiasaan yang tidak berfaedah bagi diri sendiri maupun orang lain. Mari jaga kedamaian dan bangun sektor ekonomi, pendidikan, serta kesehatan bersama-sama,” pesannya.
Rangkaian Fun Run 5K resmi berakhir dengan penutupan dan sesi doorstop media yang hadir.(Rizki)




