Merauke – Kabarlagi.id. Anggota DPD RI H. Adib Fuad bersama sang istri, Wakil Bupati Merauke Dr. Fauzun Nihayah, mengucurkan bantuan dana pribadi senilai Rp50 juta untuk pengadaan lahan baru TPQ As-Syafa’at. Bantuan keluarga tersebut diumumkan langsung di sela wisuda khataman 30 juz bagi 27 santri angkatan kelima, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Minggu, (06/09/2026). Langkah konkret ini menjadi solusi atas keterbatasan ruang belajar madrasah yang kian sesak.

Gedung madrasah saat ini tak lagi seimbang dengan animo santri yang terus bertambah. Ketua Panitia, H. Rumidi, menerangkan bahwa fasilitas yang ada terpaksa menampung lebih dari 260 anak, sehingga jam belajar harus dibagi menjadi dua sif dan area teras dimanfaatkan sebagai ruang mengaji.

“Di tempat yang sekecil ini terdapat kurang lebih 260-an santriwan dan santriwati. Proses pembelajarannya dibagi dua sif, siang dua kelas dan yang lainnya pada sore hari. Itu pun pembelajarannya masih di teras karena ruangan tidak mencukupi,” tutur Rumidi.

Kondisi serupa dialami jenjang Raudhatul Athfal (RA) As-Syafa’at pimpinan Neva Eliana Mayasari yang kini membina 27 murid. Kebutuhan ruang belajar yang mendesak mendorong pengurus berikhtiar membebaskan tanah di area belakang madrasah.

“Kami sementara memproses pembelian tanah kaplingan yang terletak di belakang. Tujuannya antara lain untuk pengembangan pendidikan Islam di sekitar wilayah As-Syafa’at dan sekitarnya. Kami mohon doa dan bantuannya,” ujar Rumidi.

Rencana perluasan sarana keagamaan tersebut didukung penuh oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Selatan yang juga Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), H. Abdul Awal Gebze. Ia mengajak seluruh elemen bergandengan tangan menopang geliat dakwah dan pendidikan generasi Qurani.

“Mari sama-sama kita bergandengan tangan dan senantiasa saling membantu, bahu-membahu di dalam rangka memajukan pendidikan Islam, khususnya seluruh kegiatan dakwah yang ada di Provinsi Papua Selatan,” kata Abdul Awal.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi mencetak tunas bangsa yang berakhlak mulia di Papua Selatan.

“Bumi Anim Ha sebagai tanah manusia sejati, tanah orang-orang yang beriman dan bertakwa, harus menghasilkan generasi-generasi penerus yang luar biasa di dalam pembangunan bangsa dan negara di Provinsi Papua Selatan,” tegasnya.

Menanggapi kendala fasilitas madrasah, Fauzun Nihayah yang berdiskusi langsung dengan Gus Adib Fuad di lokasi acara menyatakan kesiapan keluarganya untuk membantu permasalahan tersebut. Baginya, pembinaan akidah anak adalah ikhtiar bersama.

“Membangun Kabupaten Merauke tidak hanya menjadi tugas bupati dan wakil bupati, tetapi juga menjadi tugas kita semua, di antaranya lembaga pendidikan agama,” kata Fauzun Nihayah.

Fauzun menegaskan kesiapan Gus Adib dan keluarga besarnya dalam menopang pembebasan lahan kaplingan baru madrasah.

“Insyaallah kami sekeluarga siap untuk ikut gotong royong memberikan bantuan sebesar Rp50 juta,” ungkap Fauzun.

Selain sumbangan dana pembebasan lahan dari Gus Adib dan keluarga, Fauzun menyerahkan seragam bagi kelompok hadroh majelis, memperjuangkan tunjangan aspirasi Rp1 juta bagi lima pengajar TPQ, serta beasiswa Rp500 ribu untuk santri yatim atau piatu.

Di tengah kesibukan dinasnya, Gus Adib Fuad yang sempat tertahan gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Krakatau tetap hadir dan memberikan tausiah Maulid Nabi. Di hadapan ratusan jemaah, Gus Adib mengajak hadirin senantiasa meneladani sifat Rasulullah SAW dan menundukkan hawa nafsu.

“Sosok Rasulullah yang begitu agung sudah ada di dalam diri kita masing-masing. Kalau ada orang dalam hatinya kebaikan kalah dengan keburukan, ketaatannya kalah dengan pembangkangan, berarti dalam hatinya cahaya kebaikan tertindih oleh empat hawa nafsu,” papar Adib Fuad.

Ia mengingatkan pentingnya mendengar bisikan nurani sebagai panduan hidup agar tidak terjerumus ke dalam tindakan keliru.

“Jangan keraskan suaramu di atas suara Baginda Nabi. Maksudnya adalah suara hati nurani, suara kebenaran yang ada dalam hati nurani kita,” pungkas Adib Fuad.

Syukuran khataman Al-Quran ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah hangat jajaran pejabat daerah, pimpinan ormas Islam, pengurus majelis taklim, serta para wali santri. (Rizki)