Merauke – Kabarlagi.id. Ratusan warga memadati Lapangan Kelurahan Muli, Kabupaten Merauke, untuk merayakan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dalam kemeriahan pesta rakyat pada Senin, (17/08/2026). Acara bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut menyuguhkan aneka perlombaan tradisional, panggung hiburan musik, hingga stan UMKM warga setempat.
Inisiatif perayaan ini berawal dari kesepakatan para ketua RT yang merancang kepanitiaan bersama sejak Juli 2026. Sebanyak 19 RT dari dua wilayah RW bahu-membahu menggalang dana mandiri dan menyiapkan sarana perlombaan.
Kepala Kelurahan Muli, Aloysia Gregoria Aryagriya, S.STP, menjelaskan bahwa pihak kelurahan memfasilitasi lapangan dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi swadaya masyarakat.
“Persiapan Pesta Rakyat di Kelurahan Muli ini awalnya adalah ide dari para ketua-ketua RT yang mau melaksanakan kegiatan Pesta Rakyat. Satu bulan sebelum itu, sekitar bulan Juli kami membentuk panitia. Panitia itu sendiri dari para ketua-ketua RT yang terlibat untuk kegiatan Pesta Rakyat ini. Mereka mulai dari mencari dana dan juga mengumpulkan warga untuk bekerja sama bergotong royong mempersiapkan kegiatan ini. Kami dari Kelurahan Muli sangat mendukung dan juga memberikan fasilitasi tempat, yaitu di lapangan Kelurahan Muli untuk kegiatan dari warga sendiri,” kata Aloysia.
Partisipasi masyarakat tergolong tinggi dengan ratusan peserta yang turun ke arena perlombaan.
“Yang terlibat di dalam kegiatan ini ada sekitar 19 RT. Kami di Kelurahan Muli punya dua RW dan 19 RT, semua terlibat. Dan itu ada sekitar 300 orang yang menjadi peserta lomba. Untuk lomba-lombanya sendiri ada untuk dewasa dan juga untuk anak-anak. Lomba dewasa: tarik tambang, panjat pinang, dan joget balon. Lomba anak-anak: makan kerupuk, lari kelereng, lari karung, dan joget balon,” ujarnya.
Melalui momentum kemerdekaan ini, pihak kelurahan menaruh perhatian khusus pada kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi warga.
“Harapan saya sebagai Kepala Kelurahan, khususnya memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81 ini, saya mengharapkan supaya warga di Kelurahan Muli ini dapat mempererat tali silaturahmi. Kita tidak ada lagi perbedaan satu dengan yang lain. Kemudian kita dapat membangun rasa gotong royong di lingkungan kita, serta membangun, mengembangkan UMKM, khususnya yang ada di Kelurahan Muli untuk meningkatkan ekonomi dan juga kesejahteraan masyarakat,” tutur Aloisia.
Bupati Merauke, Yosep Bladib Gebze, yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi mendalam terhadap kerukunan dan inisiatif warga di tingkat akar rumput.
“Bagi orang-orang yang sudah berjuang, berkorban, dan saat ini melaksanakan tugas kenegaraan, kita patut bersyukur karena mereka telah menghadirkan negara yang luar biasa ini—Negara Kesatuan Republik Indonesia—dan telah diproklamirkan sejak tanggal 17 Agustus 1945. Kita bersyukur kepada Tuhan karena negara kita hadir untuk melaksanakan tujuan-tujuan dari kehidupan bernegara kita,” ucap Yosep Bladib Gebze.
Yosep menekankan pentingnya merawat kepedulian sosial antarsesama warga saat mengisi kemerdekaan.
“Selain bersyukur, kita sebagai warga Kelurahan Muli diajak untuk bersama-sama, sebagai pewaris semangat perjuangan itu, mengisi kemerdekaan ini dengan penuh sukacita. Namun, dalam berbagai aspek pembangunan, tentu saja banyak hal yang kita jumpai. Ada hal-hal yang sudah kita capai dengan perkembangan dan dinamika yang luar biasa, tetapi ada juga hal-hal yang perlu kita perhatikan. Di wilayah Kelurahan Muli ini, mungkin saja masih banyak warga kita yang membutuhkan perhatian. Oleh karena itu, dengan semangat kemerdekaan dan semangat gotong royong, mari kita berbagi satu sama lain,” ungkap Yosep.
Ia juga memuji keteguhan para pengurus RT dan RW yang menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
“Saya patut memberikan apresiasi kepada para Ketua RT dan Ketua RW yang hingga saat ini terus melaksanakan tugas dan tanggung jawab, walaupun kadang-kadang masyarakat memberikan keluhan-keluhan dengan nada yang agak tinggi atau rendah. Namun, mereka selalu dengan setia melaksanakan tugas sebagai Ketua RW atau Ketua RT. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang setia melayani masyarakat di Kelurahan Muli. Juga kepada Ibu Lurah yang sudah menunjukkan kegiatan luar biasa ini sebagai bentuk partisipasi warga, ini adalah sebuah semangat kita bersama bahwa tidak hanya pemerintah, tetapi warga juga ikut terlibat dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI yang ke-81 ini,” kata Yosep.
Menurutnya, semarak peringatan kemerdekaan patut mengakar di seluruh pelosok wilayah Merauke.
“Tadi Ibu Lurah bilang ini kegiatan yang pertama di Kelurahan Muli. Mudah-mudahan ini akan selalu menjadi tradisi kita, bahwa dalam hajatan besar seperti ini, kita juga harus memperingatinya di tingkat kelurahan masing-masing. Ada 11 kelurahan di Merauke, gema perayaan HUT RI itu harus kita rasakan bersama-sama. Kita berbagi dengan warga kita supaya mereka juga bisa merasakan euforia perayaan ini,” lanjutnya.
Yosep turut menitipkan pesan persatuan berlandaskan semboyan daerah kepada seluruh elemen masyarakat.
“Ada Bapak/Ibu tokoh masyarakat dan yang tertua-tua, saya titip pesan agar selalu memberikan nasihat kepada yang muda-muda, termasuk saya juga. Bagi kaum perempuan dan tokoh perempuan, mungkin bisa ambil bagian juga dalam pembangunan, memberikan semangat kepada kaum perempuan untuk terus maju. Begitu juga bapak-bapak, hal yang sama harus dilakukan agar kita saling memperhatikan, menolong satu sama lain, dan menghidupkan terus semangat gotong royong. Khususnya di Kabupaten Merauke, dalam bingkai Izakod Bekai Izakod Kai—satu hati satu tujuan—sebagai semangat kita bersama,” papar Yosep.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Bupati Merauke memberikan bantuan spontanitas guna mendorong pengembangan usaha warga setempat.
“Saya hadir di sini juga ingin memberikan sedikit oleh-oleh kepada Bapak/Ibu sekalian. Dari kami, mungkin untuk dana pembinaan atau UMKM, ada dana spontanitas yang akan saya serahkan tanpa perencanaan sebelumnya, kurang lebih tidak besar-besar, hanya Rp5.000.000 untuk Bapak/Ibu sekalian di Kelurahan Muli. Mudah-mudahan nanti bisa membantu, dan untuk tahun-tahun berikutnya nanti kita bisa lihat lagi agar acara seperti ini bisa kita jadikan budaya atau tradisi di masing-masing kelurahan di Merauke,” pungkas Yosep. (Rizki)




