Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi Papua Selatan menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Katalpal Merauke pada Senin, (17/8/26). Prosesi pengibaran Sang Merah Putih di tapal batas timur nusantara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dan berlangsung khidmat di hadapan jajaran Forkopimda.

Ditemui awak media seusai memimpin upacara, Apolo menegaskan bahwa perayaan hari kemerdekaan harus menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta mempercepat pembangunan daerah.

“Hari ini adalah hari bahagia, hari gembira bagi kita seluruh bangsa Indonesia, seluruh rakyat Indonesia, secara khusus kita di Provinsi Papua Selatan. Kita juga turut larut dalam kebahagiaan dan kegembiraan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa kita. Mari kita terus memupuk, menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan, kebersamaan, rasa kebangsaan, dan nasionalisme kita untuk mengisi kemerdekaan yang sudah diraih oleh para bapak bangsa dan para pejuang kita. Kita isi kemerdekaan dengan pembangunan dan dengan persatuan agar tujuan pembangunan nasional kita, yaitu mencapai masyarakat yang adil dan makmur, dapat kita capai ke depan,” tutur Apolo Safanpo.

Apolo juga mengingatkan pentingnya merawat kemajemukan bangsa sebagai anugerah yang wajib dijaga bersama oleh seluruh komponen masyarakat.

“Keanekaragaman itu adalah pemberian Tuhan. Tidak ada satu manusia pun yang mampu menciptakan keanekaragaman. Oleh karena keanekaragaman dan kebhinekaan adalah karya ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa, maka tugas kita adalah menjaga apa yang diciptakan oleh Tuhan. Secara khusus dalam konteks kebangsaan kita, melalui Sumpah Pemuda tahun 1928 yang dicanangkan oleh para pemuda kita, kita tetap berikrar untuk menjaga satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Jadi, kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan sebagai keberlanjutan dari fondasi yang sudah diletakkan oleh pendiri bangsa kita,” imbuh Apolo.

Pada kesempatan yang sama seusai rangkaian upacara, Bupati Merauke Yosep Bladib Gebze menegaskan posisi daerahnya sebagai benteng perbatasan yang membutuhkan penguatan pelayanan publik dan program pemberdayaan.

“Sebagai penjaga tapal batas Negara Kesatuan Republik Indonesia, itu adalah komitmen kami, komitmen pemerintah, dan seluruh masyarakat Kabupaten Merauke untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tentu saja memasuki usia ke-81 proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Merauke berkomitmen untuk meningkatkan layanan, program-program pemberdayaan, dan juga meningkatkan seluruh aktivitas pemerintahan yang akan kita laksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Merauke yang kita cintai ini,” kata Yosep Bladib Gebze.

Pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Merauke, lanjut Yosep, diarahkan melalui pembangunan yang adil serta keberpihakan nyata kepada Orang Asli Papua (OAP).

“Di dalam dinamika pembangunan, ada berbagai persoalan dan tantangan yang kita hadapi. Tetapi dengan komitmen berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, tentu saja kami ingin mempersembahkan pendekatan pembangunan yang menyejahterakan masyarakat. Pendekatan yang memperhatikan seluruh elemen bangsa yang ada di Kabupaten Merauke tanpa harus memandang agama, suku, dan antargolongan. Itulah komitmen kami, terutama juga bagi saudara-saudara kita, Orang Asli Papua, yang perlu mendapatkan tindakan-tindakan afirmasi yang akan mengangkat derajat dan kehidupan masyarakat Orang Asli Papua di Kabupaten Merauke,” pungkas Yosep.

Jalannya prosesi pengibaran bendera pusaka di Lapangan Katalpal sukses dituntaskan oleh 52 personel Paskibraka Papua Selatan yang sebelumnya dikukuhkan di Gedung Negara Merauke. Dua pelajar daerah, Vinsensius Renaldi Oey Yolmen dan Kristina Ndiken, turut mengukir kebanggaan setelah dipercaya mengemban tugas sebagai Paskibraka Tingkat Pusat di Istana Merdeka Jakarta.

Rangkaian peringatan kemerdekaan sebelumnya diawali dengan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Merauke yang dipimpin Komandan Korem 174/ATW Brigjen TNI Mustakim didampingi Sekda Ferdinandus Kainakaimu. Puncak perayaan di Katalpal pun ditutup dengan persembahan tarian kolosal nusantara serta atraksi yel-yel Paskibraka. (Rizki)