Merauke – Kabarlagi.id. Semarak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia terasa kental di SMP As-Syifa Sidomulyo, Merauke, Jumat (14/8/26). Puluhan Siswa kelas 7, 8, dan 9  kompak berlomba mempercantik ruang kelas masing-masing melalui lomba kebersihan dan keindahan.

Persiapan lomba ini sudah berjalan sejak hari Kamis. Selama tiga hari, para siswa sibuk membersihkan sudut ruangan dan menata hiasan. Rasa antusias begitu tinggi, bahkan sebagian murid rela bermalam di sekolah agar kelas mereka tampil rapi dan menarik saat dinilai.

Setiap tingkatan kelas mengusung tema hiasan yang beragam. Ruang kelas 7 tampil segar dengan dekorasi penuh warna yang ceria. Kelas 8 memilih tema serba merah putih untuk menggambarkan semangat kebangsaan. Sementara itu, kelas 9 menghadirkan nuansa perjuangan kemerdekaan lengkap dengan pajangan foto pahlawan nasional, tokoh proklamasi, hingga foto para pendiri Nahdlatul Ulama.

Guru sekaligus tim penilai lomba, Waridatun Nafi’ah, S.Ag, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memicu kreativitas siswa sekaligus membiasakan mereka menjaga kebersihan kelas agar belajar tetap terasa nyaman. Penilaian dilakukan secara terbuka dengan melihat tiga hal utama, yaitu kebersihan ruangan, kelengkapan fasilitas kelas, dan kreativitas murid.

Pihak sekolah berharap kegiatan ini bisa melatih kekompakan siswa di Merauke agar tetap memegang nilai agama sekaligus memiliki daya saing yang baik.

Saat memeriksa kondisi ruangan satu per satu, Waridatun memberikan evaluasi langsung untuk kelas 9.

“Untuk kelas sembilan, keindahannya gantungan pintunya sudah jatuh tadi, dan harusnya papan nama kelas diletakan di atas pintu. Untuk kelengkapannya, lambang Garuda tidak ada, lalu gambar Wakil Presiden terlihat buram dan letaknya tidak proporsional,” tutur Waridatun.

Penilaian berlanjut ke ruang kelas 8 yang tampak bersih, meski masih ada beberapa pajangan wajib yang belum dipasang.

“Untuk kelas delapan, kebersihannya bagus, semuanya ada seperti sapu dan lainnya, cuma taplak mejanya tidak ada. Dari sisi kelengkapan, gambar Presiden dan Wakil Presiden tidak ada, serta struktur organisasi kelas belum terpasang. Gambar pahlawan ada walaupun sedikit,” jelas Waridatun.

Catatan kebersihan dan perlengkapan kelas juga diberikan saat juri memasuki ruang kelas 7.

“Untuk kelas tujuh, tidak ada tempat sampahnya. Serok ada, tapi tempat sampahnya tidak ada, meja juga belum ada taplaknya. Keindahannya cukup sederhana dan bagus apa adanya, tapi belum ada gambar pahlawan dan struktur kelas,” ujar guru tersebut.

Setelah seluruh kelas dinilai, Waridatun meminta para siswa segera melengkapi kekurangan kelas menggunakan uang kas bersama.

“Semua kekurangan dan kelebihan bisa dilengkapi oleh kelas masing-masing. Nanti seandainya ada guru lain yang mengecek berarti sudah lengkap. Kalau belum lengkap, kas kelas dipakai untuk melengkapi. Bisa?” tanya Waridatun.

“Bisa!” jawab para siswa serentak.

Suasana kelas langsung riuh gembira ketika juri mulai mengumumkan peraih juara lomba.

“Juara tiga jatuh kepada kelas delapan,” ucap Waridatun yang langsung disambut tepuk tangan para siswa. (Rizki)