Merauke – Kabarlagi.id. Bupati Merauke Yoseph B. Gebze secara resmi menutup gelaran Pasar Malam sebagai puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, (17/08/2026) malam. Bertempat di Monumen Kapsul Waktu, acara yang dimulai pukul 18.30 WIT ini menjadi panggung penguatan ekonomi lokal sekaligus penegasan semangat persatuan di wilayah paling timur Indonesia.

Di bawah sorot lampu Monumen Kapsul Waktu, Yoseph mengajak ribuan warga yang hadir untuk meresapi makna kemerdekaan yang telah berusia lebih dari delapan dekade. Baginya, usia ke-81 bukan sekadar angka, melainkan bahan bakar untuk terus melangkah maju di tengah dinamika pembangunan yang kian kompleks.

“Perjalanan bangsa ini tidak akan berakhir karena usia. Perjalanan bangsa ini akan terus digelorakan, akan terus melangkah maju dalam segala dinamika pembangunan yang dilaksanakan, tanpa terkecuali kita yang ada di Kabupaten Merauke, negeri tertimur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Yoseph dalam sambutannya.

Gemerlap stan UMKM yang memenuhi kawasan monumen menjadi bukti nyata fokus pemerintah pada pemberdayaan ekonomi. Bupati menegaskan bahwa pembangunan di Merauke kini tengah dipacu secara merata, mencakup sektor pertahanan, keamanan, pendidikan, hingga kesehatan. Kehadiran pasar malam tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas.

Selain bicara ekonomi, Yoseph memberikan penekanan khusus pada filosofi Izakod Bekai Izakod Kai atau “Satu Hati Satu Tujuan”. Ia mengingatkan bahwa keberagaman masyarakat Merauke adalah kekuatan yang harus dikelola dengan rasa keadilan, agar tidak ada ketimpangan dalam mengecap hasil pembangunan.

“Keseimbangan, keselarasan dan keadilan itu harus kita capai dan kita rebut dengan cara-cara yang lebih baik,” tegas Bupati dengan nada mantap.

Pemerintah Pusat saat ini memberikan perhatian besar melalui berbagai program strategis di Merauke. Menanggapi tantangan yang ada, Yoseph meminta masyarakat untuk membuang jauh rasa pesimis. Ia percaya bahwa di setiap kesulitan yang dihadapi daerah, selalu ada peluang yang bisa digarap bersama melalui gotong royong.

“Di dalam tantangan itu pasti ada harapan, di dalam sebuah tantangan itu pasti ada jalan keluar. Sebagai satu kesatuan dalam persaudaraan yang dibungkus dalam motto Izakod Bekai Izakod Kai, mari kita bergandengan tangan, mempererat persatuan dan kesatuan serta saling menolong satu sama lain,” pesannya kepada seluruh warga yang memadati lokasi.

Menjelang akhir acara, suasana semakin khidmat saat Bupati mengajak hadirin mengenang perjuangan para pahlawan yang gugur demi proklamasi 17 Agustus 1945. Ia berharap Merauke dapat terus menjadi mercusuar nilai-nilai kebangsaan bagi wilayah lain di Indonesia.

“Mari kita memaknai semangat perjuangan para pendahulu kita dalam mengisi kemerdekaan di Kabupaten Merauke dan Provinsi Papua Selatan. Semoga dari timur Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita mempersembahkan hal-hal baik yang memberikan penegasan terhadap nilai-nilai kebangsaan yang senantiasa kita pelihara,” lanjutnya.

Acara penutupan ini dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari Staf Ahli Gubernur Papua Selatan, unsur Forkopimda, perwakilan TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat dan agama. Penutupan pasar malam ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian perayaan HUT RI di Merauke yang telah berlangsung meriah selama beberapa pekan terakhir.

“Dirgahayu Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-81. Merdeka! Sukses untuk kita semua. Izakod Bekai Izakod Kai, Satu Hati Satu Tujuan,” pungkas Yoseph menutup arahannya. (Rizki)