Menu ✖

Mode Gelap
Polres Merauke Raih Juara I LKTI HUT Lalu Lintas ke-71 Lanud Dimara Kenalkan SMA Pradita Dirgantara di SMPN 2 Merauke TEP IPB Kaji Jerami Amoniasi, Siasati Pakan Sapi Salor Saat Kemarau TNI dan Warga Tanam 3.000 Bibit Mangrove di Pantai Yobar Merauke Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026

Lifestyle · 31 Agu 2026 00:08 WIT ·

Warganet Ramaikan Tren Bahasa Gaul Orang Have di Threads


					Warganet Ramaikan Tren Bahasa Gaul Orang Have di Threads Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Jagat media sosial Threads kini diramaikan deretan istilah nyeleneh ala Generasi Z yang memadukan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris secara harfiah. Tren berbasis permainan kata ini mencuat lewat beragam frasa plesetan seperti ‘orang have‘ hingga ‘orang aring’.

Fenomena tersebut ramai dibahas warganet, salah satunya melalui unggahan akun @rifaben dan @lionghidayat. Sekilas deretan istilah itu menyerupai kosakata asing, namun penggunaannya murni ditujukan sebagai candaan santai di ruang digital.

Frasa ‘orang have’ misalnya, dipakai untuk menggambarkan sosok yang berkecukupan alias ‘orang punya’. Permainan kata ini kemudian berkembang menjadi ‘orang haven’t’ bagi mereka yang belum memiliki sesuatu, serta ‘orang had’ untuk menyebut orang yang dulunya pernah mapan.

Kreativitas warganet terus bergulir ke berbagai situasi emosional. Istilah ‘orang let go’ muncul untuk mendeskripsikan pribadi yang sudah ikhlas melepaskan sesuatu. Sementara ketegasan sikap seseorang diwakili oleh frasa ‘orang clear’ untuk sosok yang lugas, berbanding terbalik dengan ‘orang not clear’ bagi pihak yang membingungkan atau tanpa kepastian.

Gaya humor serupa merambah ke variasi frasa lainnya. Warganet memakai ‘orang there is’ untuk memplesetkan sebutan ‘orang berada’, sedangkan kebalikannya dijuluki ‘orang there isn’t’. Deretan istilah lain ikut bermunculan, mulai dari ‘orang need‘ sebagai orang butuh, ‘orang life‘ bagi yang sekadar menjalani hidup, ‘orang never have‘, ‘orang had not’, hingga ‘orang not yet’.

Puncaknya, padanan kata lokal turut diseret ke dalam pusaran tren. Frasa ‘orang aring’ yang lazim dikenal sebagai minyak rambut, diplesetkan menjadi representasi orang yang sedang linglung atau bingung. Seluruh rangkaian frasa jenaka ini murni lahir sebagai hiburan media sosial dan bukan merupakan kaidah tata bahasa Inggris yang baku. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Polres Merauke Raih Juara I LKTI HUT Lalu Lintas ke-71

16 Oktober 2026 - 06:36 WIT

Ipda Andre Msb menyampaikan apresiasi LKTI Polres Merauke

Lanud Dimara Kenalkan SMA Pradita Dirgantara di SMPN 2 Merauke

15 Oktober 2026 - 21:05 WIT

TEP IPB Kaji Jerami Amoniasi, Siasati Pakan Sapi Salor Saat Kemarau

14 Oktober 2026 - 21:20 WIT

TNI dan Warga Tanam 3.000 Bibit Mangrove di Pantai Yobar Merauke

14 Oktober 2026 - 20:07 WIT

Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026

13 Oktober 2026 - 20:30 WIT

Tingkatkan Layanan PDP HIV Puskesmas, KPA Merauke Berikan Pelatihan Nakes

12 Oktober 2026 - 19:59 WIT

Trending di Goverment