Bisnis News

Anak Muda Merauke Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Layanan Pace Kurir Bagi UMKM Lokal

Merauke – Kabarlagi.id. Berawal dari obrolan santai di angkringan, lima anak muda Merauke mendirikan layanan pengiriman Pace Kurir pada 15 Oktober 2024. Kini, komunitas tersebut menjadi tumpuan bagi lebih dari 200 UMKM lokal yang belum terjangkau aplikasi transportasi daring nasional dengan dukungan 70 kurir aktif.

“Kami membentuk Pace Kurir karena melihat UMKM di Merauke yang tidak tergabung di aplikasi seperti Gojek atau Maxim,” tegas founder Pace Kurir, Reza Akbar Ganesa, di Garasi 90 Merauke, Minggu (12/4/2026).

Reza memastikan layanan ini mengedepankan transparansi dengan tidak melakukan penambahan harga pada barang, melainkan hanya menetapkan tarif pengiriman yang disesuaikan. Pelaku UMKM lokal pun menyambut inisiatif ini dengan respons positif karena dianggap lebih cepat dan terpercaya.

Meski kini telah berkembang, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Founder sekaligus admin Pace Kurir, Muhammad Wahyu Rianto, mengakui bahwa masa awal pendirian komunitas ini penuh dengan rintangan.

“Tantangan terberat adalah mendapatkan orderan dan kepercayaan di saat komunitas masih baru,” ungkap Wahyu.

Ia menambahkan bahwa timnya sempat menghadapi berbagai kendala, mulai dari penipuan hingga komplain pelanggan. Pengalaman tersebut kemudian mendorong mereka untuk membangun struktur organisasi dan regulasi yang lebih matang.

Kehadiran Pace Kurir juga membuka ruang inklusivitas bagi perempuan. Salah satu kurir, Merlyn, mengaku bangga bisa memberikan pelayanan khusus bagi pelanggan perempuan di Merauke.

“Tidak semua perempuan mau jadi kurir, tapi kehadiran kami sangat membantu customer perempuan di Merauke,” tuturnya.

Ia pun berpesan agar anak muda tidak memiliki gengsi dalam mencari pekerjaan halal demi kemandirian.

Dampak ekonomi yang dirasakan para anggota pun cukup signifikan, termasuk perlindungan dari risiko penipuan.

Budi Kibo, kurir aktif Pace Kurir, menjelaskan bahwa komunitas menjadi sistem pendukung utama dalam menghadapi kendala di lapangan seperti alamat yang membingungkan atau nomor telepon penipu.

“Kalau jadi kurir sendiri, saya bisa saja tertipu atau bingung dengan alamat. Di Pace Kurir, kami saling berbagi info lokasi dan filter nomor penipuan,” jelas Budi.

Di tengah tingginya angka pengangguran, para pemuda ini memilih untuk menciptakan peluang daripada menunggu.

Budi mengajak rekan-rekan muda lainnya untuk terus bergerak, sementara Merlyn menegaskan bahwa setiap pekerjaan harus dipandang sebagai pengalaman berharga. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version