Merauke – Kabarlagi.id. Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo meminta bantuan Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk menyelesaikan pembangunan jembatan penghubung Agats menuju Ewer senilai Rp100 miliar. Langkah ini mendesak guna mengatasi kendala gelombang tinggi sungai yang kerap melumpuhkan mobilitas warga menuju Lapangan Terbang Ewer.
Permohonan tersebut disampaikan Thomas di hadapan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat seremoni penyerahan hibah dermaga dan terminal penyeberangan Ewer-Agats pada Jumat, (31/7/2026). Proyek fisik yang masih tersisa sekitar 50 meter ini direncanakan menembus hingga ke Pelabuhan Ewer, melintasi Kali Bet dengan bentangan mencapai 150 kilometer.
“Kalau bisa dibangun dengan APBD provinsi 2027 kami sangat bersyukur,” ujar Thomas dalam sambutannya.
Penyelesaian infrastruktur tersebut dipandang vital bagi pergerakan warga. Selama ini, jalur perairan menggunakan speedboat menjadi satu-satunya moda transportasi dari Agats ke Ewer maupun sebaliknya. Ketika gelombang tinggi menerjang, para calon penumpang pesawat kerap terjebak dan kesulitan mencapai lapangan terbang tepat waktu.
Jika akses darat ini terhubung sepenuhnya, penjemputan penumpang pesawat dapat beralih menggunakan kendaraan roda dua langsung dari Agats menuju Ewer, sehingga risiko cuaca buruk di perairan sungai dapat ditekan.
Di balik desakan pembangunan tersebut, Thomas mengingatkan kondisi wilayahnya yang masih membutuhkan keberpihakan anggaran. Dari empat kabupaten di Papua Selatan, Asmat bersama Kabupaten Mappi masih berstatus daerah tertinggal. Atas dasar itu, ia memohon komitmen berkelanjutan dari Gubernur Apolo beserta Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan.
Meski begitu, pihak Pemkab Asmat menyampaikan apresiasi tinggi atas terealisasinya pembangunan dermaga serta terminal penyeberangan Ewer-Agats. Fasilitas penyeberangan yang baru diserahterimakan itu merupakan buah dukungan APBD provinsi sewaktu Apolo Safanpo masih menjabat Penjabat Gubernur.
“Ini adalah bantuan pembangunan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Selatan saat Gubernur Apolo masih menjabat sebagai pejabat gubernur,” terang Bupati Asmat tersebut.
Langkah nyata Pemprov Papua Selatan ini menjadi suntikan semangat bagi pemerintah daerah setempat. Thomas memuji perhatian jajaran provinsi yang tetap memprioritaskan pembangunan kawasan pedalaman Asmat, bahkan di tengah situasi efisiensi anggaran yang membayangi berbagai daerah di Indonesia. (Rizki)



