Ceramah Abah Aos Dinilai Menyimpang, Gus Rofi’i: Umat Jangan Bingung Akidah
News

Ceramah Abah Aos Dinilai Menyimpang, Gus Rofi’i: Umat Jangan Bingung Akidah

Jakarta — Kabarlagi.id  Polemik ceramah Abah Aos atau yang dikenal juga dengan Abah Gaos kian memanas setelah sejumlah pernyataannya viral di media sosial dan dinilai bertentangan dengan ajaran dasar Islam. Beberapa klaim yang disampaikan dalam ceramahnya menuai kritik keras karena dianggap berpotensi menyesatkan umat dan menimbulkan keresahan publik.

Abah Aos, yang dikenal sebagai tokoh beraliran sufistik dengan pengikut dari berbagai kalangan, sebelumnya menyampaikan sejumlah pernyataan kontroversial. Di antaranya adalah klaim spiritual yang menyebut Rocky Gerung sebagai Rasulullah serta pernyataan yang menyebut Anies Baswedan sebagai Imam Mahdi dan mewajibkan dukungan politik terhadapnya. Pernyataan tersebut dinilai bertentangan secara fundamental dengan akidah Islam, khususnya terkait finalitas kenabian Nabi Muhammad SAW.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Muhammad Rofi’i Mukhlis atau Gus Rofi’i, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sepele.saat bertemu awak media.Selasa (27/1/2026).

“Dalam ajaran Islam, sudah sangat jelas bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir. Setiap klaim adanya rasul setelah beliau adalah penyimpangan akidah yang serius dan berpotensi membingungkan umat,” tegas Gus Rofi’i.

Menurutnya, pernyataan-pernyataan Abah Aos yang beredar luas di media sosial berpotensi mencampuradukkan pengalaman spiritual personal dengan ajaran syariat yang bersifat universal. Hal ini dinilai berbahaya jika dikonsumsi publik tanpa klarifikasi dari otoritas keagamaan yang kompeten.

Gus Rofi’i juga menyoroti kontradiksi ajaran Abah Aos yang di satu sisi mengajak umat menjauhi politik kepartaian, namun di sisi lain secara eksplisit mengarahkan pilihan politik kepada tokoh tertentu. Selain itu, penetapan hukum keagamaan terkait simbol seperti kopiah merah putih dinilai tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an maupun Hadits.

“Agama tidak boleh dijadikan alat legitimasi kepentingan politik, apalagi melalui klaim spiritual yang tidak bisa diuji secara syariat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Forum Ulama Nusantara, Nur Shollah Bek alias Wan, turut menekankan pentingnya peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam melakukan klarifikasi terhadap polemik ini.

“Langkah MUI untuk melakukan klarifikasi perlu didukung. Masyarakat harus tetap kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh klaim-klaim spiritual yang sensasional,” ujarnya.

Ia mengimbau umat Islam agar senantiasa merujuk pada Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah SAW, serta pendapat ulama yang kredibel dalam memahami ajaran agama, demi menjaga kemurnian akidah dan persatuan umat.

Hingga saat ini, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Abah Aos terkait pernyataan-pernyataannya yang menuai kontroversi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *