Menu ✖

Mode Gelap
AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

News · 12 Mar 2026 03:17 WIT ·

Gejolak Timur Tengah Uji Ketahanan Nasional, Ketum IARMI: Alumni Menwa Harus Ambil Peran Strategis


					Gejolak Timur Tengah Uji Ketahanan Nasional, Ketum IARMI: Alumni Menwa Harus Ambil Peran Strategis Perbesar

Jakarta,- Kabarlagi.id Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Prof. Bahrullah Akbar menilai eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi tantangan serius bagi stabilitas global sekaligus menguji ketahanan nasional berbagai negara, termasuk Indonesia.

Hal itu disampaikan Bahrullah dalam sambutan Dialog Nasional bertajuk “Tantangan Kedaulatan Nasional di Tengah Gejolak Geopolitik Timur Tengah” yang digelar di Auditorium Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Kalibata, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat dan sekutunya dengan Iran menunjukkan bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah telah bergerak dari ketegangan terbatas menuju potensi konfrontasi terbuka dengan risiko strategis tinggi.

“Situasi ini memperlihatkan bagaimana politik kekuatan kembali menjadi faktor dominan dalam hubungan internasional. Eskalasi militer bergerak sangat cepat dan sering kali melampaui kecepatan diplomasi,” kata Bahrullah.

Ia menjelaskan, karakter perang modern kini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga berdampak pada psikologi publik, stabilitas ekonomi global, serta persepsi politik internasional.

“Meski Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut, dampaknya tetap dapat dirasakan karena keterkaitan sistem ekonomi global dan stabilitas energi dunia”, urainya.

Ia mencontohkan Timur Tengah merupakan salah satu pusat sistem energi global. Jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu, maka hal itu berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan gas, meningkatnya biaya logistik, hingga tekanan terhadap stabilitas ekonomi negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

“Artinya kedaulatan negara saat ini tidak hanya diuji oleh ancaman militer langsung, tetapi juga oleh ketergantungan terhadap sistem global yang sedang terguncang,” ujarnya.

Selain itu, Bahrullah juga mengingatkan adanya ancaman perang informasi yang memanfaatkan disinformasi dan narasi identitas untuk memicu polarisasi sosial di berbagai negara.

Dalam konteks tersebut, ia menilai alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) maupun kader Menwa memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global. Menurutnya, Menwa dan IARMI sejak awal dididik dengan nilai bela negara, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan yang kuat sehingga relevan untuk menjaga stabilitas nasional.

“Menwa dan Alumni Menwa tersebar di berbagai sektor strategis. Mereka memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memperkuat kesadaran geopolitik masyarakat, menangkal disinformasi, serta menjaga persatuan bangsa di tengah gejolak global,” jelasnya.

Bahrullah menegaskan, di tengah dinamika konflik internasional seperti yang terjadi di Timur Tengah saat ini, alumni Menwa diharapkan dapat menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam menjaga stabilitas nasional.

“Ketahanan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh komponen bangsa. Alumni Menwa harus hadir sebagai bagian dari kekuatan yang menjaga Indonesia tetap stabil, berdaulat, dan mandiri di tengah pusaran geopolitik global,” pungkasnya.

Kegiatan dialog nasional dan buka puasa bersama tersebut dihadiri lebih dari 500 peserta secara hybrid oleh keluarga besar Resimen Mahasiswa dan alumni. Turut hadir sebagai narasumber Profesor Ermaya Suradinata (mantan Gubernur Lemhannas), Ulta Levenia (Tenaga Ahli Utama KSP), Aryo Wibowo (Wasekjen FSPPB), Heri Herdiawanto (Peneliti Pusat Kajian Geopolitik Universitas Al Azhar) dan Rasminto (Akademisi Universitas Muhamadiyah Indonesia).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad

7 Oktober 2026 - 15:47 WIT

Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga

6 Oktober 2026 - 09:43 WIT

TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar

4 Oktober 2026 - 21:55 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

2 Oktober 2026 - 18:49 WIT

Trending di Goverment