Jakarta – Kabarlagi.id Gerakan Pangan Murah (GPM) menyambut bulam Ramadhan 1447 H yang digelar Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Alun-Alun Ponorogo, Rabu (18/2) sore, disambut antusias emak-emak.
Bahkan sesaat setelah dibuka sejumlah komoditi, di antaranya lele, ludes dibeli pengunjung.
GPM dalam rangkaian “Megengan Fest Kampoeng Ramadhan 2026” berlangsung mulai 18 Februari sampai 22 Februari. Tersedia enam stand yang menjual kebutuhan sehari-hari di bawah harga pasar.
GPM di “Megengan Fest” merupakan kerjasama Bapanas, Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Pemkab Ponorogo, RedNews dan DMR Prod.
Dikatakan Endah Widuri, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, GPM dalam rangkaian “Megengan Fest” diselenggarakan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga kebutuhan pokok di Ponorogo.
“GPM selama tiga hari di alun-alun dalam rangka menjaga stabilisasi harga dan pasokan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan,” kata Endah Widuri.
Dalam waktu hampir berdekatan Pemkab Ponorogo menggelar GPM yang difasilitasi Bapanas, yaitu Desember 2025 di Alun-Alun Ponorogo, 13 Februari 2026 di halaman kantor Dinas Pertanian Ponorogo dan 18 sampai 22 Februari di event “Megengan Fest.”
“Nanti bulan Maret, tepatnya sebelum Lebaran, kami akan melakukan GPM lagi yang berasal dari APBD Ponorogo,” ujarnya.
Ditanya perkembangan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan di Ponorogo, menurut Endah Widuri baik pasokan dan harga masih aman dan stabil.
Di antara komoditas pertanian hanya cabai yang harga dan pasokannya sedikit terganggu. “Penyebabnya faktor musim sehingga banyak cabai yang busuk,” kata Endah.
Sementara itu Heny Setyaningsih, Ketua Asosiasi Peternak Telur Ponorogo, mengaku siap mendukung GPM yang dilaksanakan pemerintah.
Dalam event “Megengan Fest” Asosiasi Peternak Telur Ponorogo menempati stand sendiri. Telur yang merupakan produksi langsung dari peternak dijual dengan harga Rp 28.000/kg, sementara harga eceran mencapai Rp 30.000/kg. Sedangkan harga telur di tingkat peternak saat ini Rp 27.000 sampai Rp 27.500/kg.
“Kami dari Asosiasi Peternak siap menjaga stabilisasi pasokan dan harga di Ponorogo. Beruntung sampai saat ini ketersediaan telur di Ponorogo aman dan cukup dipenuhi dari peternak di Ponorogo,” kata Heny.
Saat ini di Ponorogo terdapat sekitar 600 peternak telur ayam, sebagian besar di Kecamatan Pulung. Per hari rata-rata produksi telur di Ponorogo mencapai 28 ton telur, yang sebagian dijual ke Jakarta, Surabaya, dan Pati.
Event “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” didukung Kantor ATR/BPN Ponorogo, Bank Jatim, Bogasari, MPM Honda dan Sirup Kurnia.(bud)

