Merauke – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menuntut adanya peningkatan kualitas pendidikan dalam pembukaan rapat koordinasi Kepala SMK se-Tanah Papua di Hotel Halogen Merauke, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini menjadi krusial karena menghadirkan pimpinan sekolah vokasi dari enam provinsi, yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
Apolo menekankan bahwa agenda ini harus mampu menghasilkan arah kebijakan strategis bagi perkembangan SMK di wilayah Papua ke depan. Ia membedah hakikat pembangunan dalam dua pilar utama, yaitu fisik dan non-fisik.
“Pembangunan fisik meliputi sarana dan prasarana, infrastruktur guna menunjang aspek non-fisik,” tegas Apolo.
Sementara itu, pembangunan non-fisik berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Apolo menjelaskan bahwa pendidikan memiliki dua tujuan umum, yakni memberikan ilmu pengetahuan dan teknologi (knowledge education) serta membekali peserta didik dengan keterampilan (skill education).
“Ilmu, pengetahuan, keterampilan dan teknologi itu disebut kompetensi, maka nyaris lembaga pendidikan didunia rata-rata mengejar kompetensi, kualitas, dan kualifikasi yang tinggi kepada peserta didiknya,” ungkapnya.
Namun, ia mengingatkan agar pendidikan tidak hanya sekadar mengejar aspek teknis. Apolo merujuk pada pola pendidikan masa lampau yang menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama.
“Dahulu, menurut dia, pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan keagamaan, menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi diurutan dua, kemudian pendidikan skill/ketrampilan berada diurutan tiga. Sementara urutan pertama mendidik peserta didik berlaku jujur, menghormati dan menghargai orang lain, disebut pendidikan budi pekerti atau pendidikan karakter,” urainya.
Atas dasar itu, Apolo meminta seluruh jajaran pendidikan untuk mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum. Ia menegaskan bahwa desain kurikulum, mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi, harus mencerminkan keseimbangan antara aspek budi pekerti, pengetahuan, dan keterampilan. (Rizki)


