Merauke – Kabarlagi.id. Agenda formal birokrasi sejenak ditinggalkan oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo. Rabu (25/02/2026) pagi, ia bersama rombongannya mendadak menyambangi Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, guna bertatap muka langsung dan menjaring keluh kesah masyarakat di wilayah tersebut.
Kunjungan kerja ini sengaja dirancang jauh dari kesan protokoler yang kaku. Pendekatan bernuansa santai dipilih agar ruang diskusi antara jajaran pemerintah dan warga akar rumput berjalan natural tanpa sekat hierarki. Fokus utamanya bermuara pada pengumpulan aspirasi riil, mulai dari tingkat aparat kampung hingga masyarakat biasa.
“Sebenarnya, kunjungan kerja ke sini tidak terlalu resmi, kami ke sini tujuannya ke aparat kampung untuk mendengar aspirasi dari masyarakat,” jelas Apolo Safanpo di Distrik Okaba, Rabu, (25/02/2026).
Usai memberikan pengantar singkat, ruang pertemuan menjadi lebih hangat dan interaktif. Pejabat nomor satu di Papua Selatan itu langsung mempersilakan warga untuk memaparkan ragam persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Setelah rampung membedah situasi dasar di Okaba, rombongan pemerintah provinsi ini telah mengatur kompas perjalanan berikutnya menuju Kampung Sanggase guna melanjutkan rangkaian pemantauan daerah.
Sementara itu, mobilitas rombongan pada hari yang sama tidak sekadar berhenti pada urusan penyerapan aspirasi. Menjelang petang hari, rombongan bergeser haluan menuju Distrik Kurik. Di lokasi kedua ini, mereka melebur bersama warga untuk menggelar agenda Safari Ramadan yang ditutup dengan acara buka puasa bersama di Masjid Ataqwa, Kampung Wonorejo.
Dalam kehangatan silaturahmi petang itu, pesan moral dan dukungan spiritual turut disematkan. Mewakili instansinya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah, sekaligus menaruh perhatian khusus pada warga yang baru saja ia temui pada pagi harinya.
“Bagi jemaah muslim khususnya di Distrik Okaba, semoga amal ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutur Apolo Safanpo di Distrik Kurik, Rabu, (25/02/2026).
Langkah turun ke lapangan yang menyisir dua distrik berbeda dalam satu hari penuh ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam merajut kedekatan emosional, sekaligus memastikan roda pembangunan di Papua Selatan bergerak sesuai dengan kebutuhan konkret warganya (Rizki).

