Jakarta — Kabarlagi.id Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali merenungkan makna turunnya kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern saat ini, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dinilai tetap relevan sebagai sumber inspirasi dan tuntunan bagi umat manusia.
Ketua Umum Laskar Merah Putih (LMP), H. M. Arsyad Cannu, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga harus dimaknai sebagai waktu untuk refleksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan spiritual.
Dalam pernyataannya pada Jumat (6/3/2026), Arsyad Cannu menegaskan bahwa Islam dengan ajaran-ajarannya yang inspiratif merupakan refleksi bagi masyarakat Muslim bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk spiritual yang selalu terhubung dengan Sang Pencipta.
“Melalui peringatan Nuzulul Qur’an, kita diingatkan bahwa manusia adalah makhluk spiritual yang eksistensinya akan terus terhubung dengan penciptanya. Karena itu, momentum ini bukan hanya diperingati, tetapi juga dijadikan waktu untuk merenung dan memperbaiki diri,” ujarnya.
Secara historis, Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa tersebut menjadi awal dari penyampaian risalah Islam kepada umat manusia. Dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman bahwa bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara yang benar dan yang batil.
Lebih lanjut, Arsyad Cannu mengajak seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar Laskar Merah Putih, untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Memahami makna turunnya Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca, tetapi juga harus diwujudkan dalam perbuatan. Banyak nilai yang bisa kita terapkan, seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian sosial, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah,” katanya.
Menurutnya, jika nilai-nilai tersebut benar-benar diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, maka akan tercipta lingkungan yang lebih harmonis, penuh kepedulian, serta berlandaskan moral dan spiritual yang kuat.
Peringatan Nuzulul Qur’an pun diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, baik melalui membaca, memahami, maupun mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab yang dibaca, tetapi juga menjadi pedoman nyata dalam membangun kehidupan yang lebih baik.**

