News

HKJSM Muda Perkuat Barisan Lewat Konsolidasi Bersama Ketua HKJSM Papua Selatan

Merauke – Kabarlagi.id. Bakal Calon Ketua HKJSM Muda, Slamet Hariadi, mematangkan persiapan pelantikan pengurus melalui konsolidasi bersama Ketua Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura (HKJSM) Papua Selatan terpilih, Dr. Fauzun Nihayah, S.H.I., M.H., pada Selasa (07/04/26).

Pertemuan tersebut menjadi titik balik konsolidasi elemen pemuda dan Himpunan Mahasiswa (Hima) HKJSM dalam memperkuat struktur organisasi di wilayah Papua Selatan. Slamet menegaskan bahwa organisasinya akan bergerak di bawah payung besar HKJSM untuk memperkuat fungsi dukungan bagi seluruh kegiatan induk organisasi.

“Sebenarnya pertemuan kemarin itu hanya konsolidasi saja dengan ketua HKJSM terpilih Ibu Fauzun,” ujar Slamet saat ditemui jurnalis Kabarlagi.id di Merauke, Kamis (09/04/26).

Slamet menjelaskan, pihaknya telah merampungkan struktur kepengurusan yang melibatkan 30 anggota pemuda dan 30 anggota Hima HKJSM. Seluruh personel tersebut nantinya akan dibagi ke dalam empat bidang fungsional untuk menjalankan program kerja organisasi. Proses pelantikan seluruh pengurus ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 18 mendatang di daerah Kurik.

Dalam pertemuan tersebut, HKJSM Muda turut menyampaikan gagasan ambisius yakni penyelenggaraan Festival Budaya Jawa di Kabupaten Merauke. Rencana ini menjadi sorotan karena menjadi upaya menghidupkan kembali kegiatan budaya yang vakum selama lima tahun terakhir.

Untuk menarik minat generasi muda, festival ini dirancang dengan pendekatan kontemporer. Panitia tidak akan mengusung pagelaran wayang yang dianggap memiliki bahasa terlalu berat, melainkan berfokus pada bazar kuliner UMKM, pameran seni lukis, peragaan busana, serta seni tari.

Slamet merinci bahwa seni tari yang ditampilkan akan memadukan 70 persen unsur budaya Jawa dengan 30 persen sentuhan kebudayaan lain.

“Seni tari kontemporer yang memadukan 70 persen unsur budaya Jawa dan 30 persen unsur budaya lain, termasuk sentuhan kebudayaan lokal seperti suku Marind,” jelasnya.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Slamet menyoroti fenomena memprihatinkan di mana sebagian generasi muda keturunan Jawa, Sunda, dan Madura di tanah rantau mulai kehilangan identitas asal-usul mereka. Melalui festival tersebut, ia berharap HKJSM Muda dapat menjadi wadah sosial budaya yang kokoh sekaligus sarana edukasi bagi generasi penerus di tanah Papua. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version