Berkabar Untuk Indonesia Jl. Kramat Lontar No.H. 92, RT.6/RW.7, Kramat, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450

Menu Utama

Inovasi Pembelajaran SDIT Permata Bunda Merauke Pacu Budaya Literasi dan Riset Sejak Dini

Penulis Rizki Saputra
Dipublikasikan

Merauke – Kabarlagi.id. Sebanyak 12 pelajar tingkat akhir SDIT Permata Bunda Kabupaten Merauke menempuh ujian presentasi karya tulis ilmiah pada Jumat (22/5/2026). Pihak sekolah menetapkan sidang akademik tersebut sebagai standar mutlak kelulusan siswa. Kebijakan ini diterapkan guna memantik nalar kritis dan budaya literasi anak sejak dini melalui proses riset yang terstruktur.

Kebijakan akademis tersebut merujuk pada standarisasi mutu kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Kepala Sekolah SDIT Permata Bunda, Alif Friendy Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengembangan kompetensi siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Karya tulis ilmiah ini ada di dimensi kelima dan keenam. Di situ tertuang jelas kewajiban membuat karya tulis, menganalisa, hingga melakukan digitalisasi dalam sebuah karya. Hari ini anak-anak mempresentasikan dan diuji langsung di depan penguji,”ujar Alif saat ditemui di lokasi ujian.

Topik penelitian yang diangkat oleh para pelajar menyentuh langsung isu-isu riil di lingkungan sekitar mereka. Sebagian siswa membedah dampak sampah plastik di wilayah pesisir, pengaruh aplikasi TikTok terhadap konsentrasi belajar, serta metode reboisasi. Di sisi lain, ada pula yang meneliti pemanfaatan tanaman lokal seperti kelor dan bunga telang untuk menjaga kesehatan.

Para siswa harus mempertahankan riset mereka di hadapan tim penilai yang terdiri atas kepala sekolah dan penguji eksternal, Kak Aulia Anis. Jalannya sidang akademik ini juga disaksikan langsung oleh Pengawas SD Dinas Pendidikan, Ibu Yoke, beserta para orang tua murid. Layaknya peneliti profesional, anak-anak tersebut menjabarkan landasan teori serta metodologi riset secara sistematis.

Salah satu siswa yang mengangkat topik minat baca memaparkan argumennya dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

“Minat seseorang dalam membaca buku dapat memberikan manfaat besar, seperti meningkatkan wawasan, melatih fokus, dan mengurangi stres. Metode yang saya lakukan adalah metode kualitatif melalui wawancara,”papar siswa tersebut di hadapan tim penguji.

Meski mampu memaparkan argumen metodologis dengan runtut, ketegangan khas anak-anak tetap mewarnai ruang ujian. Zakia, siswi kelas enam yang meneliti pemanfaatan tutup botol bekas untuk kerajinan tangan, tidak menutupi rasa gugupnya saat berdiri di podium presentasi.

“Perasaan saya hari ini cukup deg-degan karena mau presentasi karya ilmiah,”tutur Zakia polos saat ditanya untuk mencairkan suasana.

Pihak sekolah membidik inovasi pembelajaran ini sebagai langkah awal yang diharapkan dapat menginspirasi institusi pendidikan lain di berbagai wilayah. Alif menaruh harapan besar agar gerakan ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masa depan dunia pendidikan.

“Ini menjadi salah satu hal penting yang sedang kita coba gerakkan di sekolah dan mudah-mudahan berimbas kepada sekolah lain. Harapannya, gerakan membuat karya tulis ini akan menumbuhkan kecintaan mereka untuk menulis, sehingga kelak mereka bisa menjadi seorang ilmuwan atau peneliti yang menghasilkan karya terbaik untuk Indonesia,”pungkas Alif. (Rizki)

Tentang Penulis

Rizki Saputra

Penulis di redaksi KabarLagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top