Merauke – Kabarlagi.id. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menggelar silaturahmi bersama insan pers Merauke di Caffe RKD Jasman guna memperkuat sinergi di era digital, Jumat, (24/07/2026). Pertemuan ini menjadi panggung apresiasi bagi Polres Merauke yang berhasil mencatatkan rekor tertinggi dalam pelayanan Call Center 110 di seluruh Tanah Papua.
Suasana hangat menyelimuti pertemuan saat Kombes Pol. Cahyo membuka sambutannya dengan pantun. Ia menekankan bahwa transformasi digital di tubuh Polri adalah keniscayaan yang tidak bisa dibendung, namun pelaksanaannya mustahil berjalan optimal tanpa peran media.
“Kita menyadari semua bahwa transformasi digital di era digital ini tidak bisa kita bendung. Dengan keterbatasan sumber daya manusia dan segala hal yang dimiliki Polri, tidak akan sanggup untuk melaksanakan fungsi kehumasan—yaitu memberikan informasi yang objektif, dipercaya, dan partisipasi—tanpa dukungan, bantuan, dan kerja sama dengan rekan-rekan semua,” ungkap Cahyo.
Ia mengaku telah memantau langsung koordinasi yang terjalin di lapangan melalui kunjungan ke Diskominfo, RRI, dan Kompas sebelum pertemuan berlangsung. Cahyo menilai laporan serta distribusi informasi dari Polres Merauke ke Bidhumas Polda Papua menunjukkan grafik yang sangat positif.
Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah efektivitas Call Center 110. Berdasarkan data Mabes Polri, Polres Merauke unggul dalam intensitas panggilan masuk sekaligus kecepatan respons personel dalam menangani laporan masyarakat.
“Tolak ukur keberhasilan yang diakui Mabes untuk Polres Merauke adalah mensosialisasikan dan menerapkan call center 110. Yang mana seluruh Tanah Papua memiliki rekor tertinggi baik panggilan call center dan responsnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Merauke percaya dengan keberadaan pelayanan yang diberikan Polres,” papar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.
Meski demikian, Cahyo tidak menampik adanya tantangan nyata terkait keterbatasan personel. Saat ini, daftar susunan personel (DSP) di wilayah Papua Selatan masih berada di bawah angka 30 persen. Namun, stabilitas keamanan di wilayah ini dinilai masih cukup terjaga jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Selama ini memang Polda menyadari bahwa tantangan, tugas, pelaksanaan pelayanan di Kabupaten Merauke itu masih rendah dari gangguan keamanan dibandingkan daerah lain. Saya tahu bagaimana dulu sampai sekarang dinamika kamtibmas di Merauke dan Papua Selatan cenderung stabil,” jelas pria yang memiliki ikatan emosional dengan Papua karena sang istri berasal dari Fakfak tersebut.
Di balik stabilitas tersebut, Cahyo memberikan catatan khusus mengenai pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mulai terdeteksi memasuki wilayah Papua Selatan. Ia meminta media menjadi benteng pertahanan dalam melawan narasi-narasi yang memecah belah.
“Tentunya ini butuh dukungan rekan-rekan untuk memberikan informasi yang objektif, memberikan informasi yang bisa dipercaya, dan kita melawan disinformasi yang senantiasa disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang memecah belah persatuan, mengganggu stabilitas kamtibmas,” tandasnya.
Mengakhiri pertemuan, Cahyo kembali memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Merauke yang mampu memanfaatkan faktor geografis wilayah secara maksimal dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat. Keberhasilan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan durasi singkat menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi tersebut.
“Terima kasih rekan-rekan awak media, telah berpartisipasi memberi informasi di Kota Merauke,” pungkasnya melalui sebuah pantun penutup. (Rizki)




