Merauke – Kabarlagi.id. Upaya penyelundupan satwa liar yang disamarkan sebagai paket medis berhasil digagalkan di area Kargo Bandara Internasional Mopah. Petugas Karantina Papua Selatan mengamankan tiga ekor reptil eksotis setelah pemindaian citra visual X-ray menunjukkan kejanggalan pada manifest barang yang tertulis sebagai “obat-obatan”, Kamis (6/2/26).
Kecurigaan petugas memuncak saat melihat siluet melingkar di layar monitor yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik obat-obatan. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik secara mendalam, petugas menemukan satu koli paket stirofoam yang di dalamnya menyembunyikan nyawa-nyawa dari hutan Papua.
“Di dalam paket tersebut, ditemukan tiga ekor reptil hidup yaitu satu ekor ular sanca hijau (Morelia viridis), satu ekor ular sanca bibir putih (Leiopython albertisii), dan satu ekor biawak bunga tanjung (Varanus doreanus),” tegas Irsan Nuhantoro, Kepala Karantina Papua Selatan di Merauke, Kamis, (06/02/2025).
Nuhantoro menjelaskan bahwa pelaku sengaja menggunakan modus keterangan palsu atau false declaration. Dengan menyamarkan isi paket sebagai komoditas medis, pengirim berharap bisa menghindari pemeriksaan ketat petugas karantina. Namun, teknologi pemindaian dan ketajaman insting petugas di lapangan berhasil mematahkan taktik tersebut.
Saat ini, ketiga reptil malang itu telah disita dan menjalani tindakan karantina penahanan. Tim medis tengah melakukan pemeriksaan kesehatan serta identifikasi spesies lebih lanjut. Sementara itu, identitas terduga pelaku pengirim paket kini sedang didalami oleh petugas intelijen Karantina Papua Selatan untuk proses hukum berikutnya.
“Semua komoditas, baik hewan, ikan, tumbuhan, hingga produk turunannya yang keluar-masuk Papua Selatan wajib dilaporkan. Ini krusial karena Papua adalah benteng terakhir biodiversitas kita yang tinggi. Harus kita jaga bersama,” ungkap Irsan.
Operasi penggagalan ini merupakan buah manis dari sinergi lintas instansi. Irsan memberikan apresiasi khusus kepada personel Pos Indonesia, Aviation Security (Avsec) Bandara Mopah, serta Satgas Kopasgat yang terus bersiaga menjaga pintu keluar-masuk komoditas di wilayah paling timur Indonesia tersebut.
Ke depan, pengawasan di titik-titik rawan seperti bandara dan pelabuhan dipastikan akan semakin diperketat. Kepatuhan masyarakat terhadap regulasi karantina dan konservasi dinilai bukan sekadar urusan administratif, melainkan tanggung jawab moral demi menjaga keseimbangan ekosistem hayati Papua Selatan agar tidak punah di tangan pedagang ilegal. (Rizki)
Goverment News
Karantina Papua Selatan Gagalkan Penyelundupan Reptil Eksotis
- by Rizki Saputra
- 6 Februari 2026
- 0 Comments
- 1 minute read
- 46 Views
- 4 hari ago
Rizki Saputra
administrator
Jurnalis, Videografer & Founder Klik Ternak. 2+ thn pengalaman menyatukan teknologi & visual storytelling demi edukasi peternakan yang inspiratif.

