News

Kuliah Subuh “Gerbang Surga”  Musholla Roudhotul Jannah, Ciganjur, Cipedak Bejalan Sukses

Jakarta — Kabarlagi.id Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti Musholla Roudhotul Jannah, Ciganjur, Jagakarsa, pada Minggu pagi (19/4/2026). Sekitar 800 jamaah memadati lokasi dalam kegiatan Kuliah Subuh Gerbang Surga yang diselenggarakan oleh LPMA Ciganjur Cipedak.

Kegiatan yang berlangsung sejak dini hari ini dihadiri oleh para tokoh agama, alim ulama, pengurus DKM masjid dan musholla, serta masyarakat dari berbagai wilayah. Acara ini dipimpin oleh Ust. Drs. Nur Hasan, dengan Ketua DKM Mulyadi, S.Ag sebagai tuan rumah penyelenggara.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan kitab oleh KH. Marhusin Arsy, M.Pd yang mengkaji kitab Marooqil Ubuudiyyah, dilanjutkan tausyiah oleh KH. Nasrudin, Lc., MM yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan gaya yang lugas dan menyentuh.

Dalam kajiannya, KH. Marhusin menyampaikan pentingnya kebijaksanaan dalam bertutur kata, dengan mengangkat kisah klasik Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Abu Nawas. Dikisahkan, beberapa penafsir mimpi dihukum karena menyampaikan tafsir secara kasar, sementara Abu Nawas mampu menyampaikan makna yang sama dengan cara yang lebih halus dan bijak.

“Pesan dari kisah ini jelas, bahwa kebenaran harus disampaikan dengan cara yang baik. Cara penyampaian bisa menentukan apakah pesan itu diterima atau justru menimbulkan penolakan,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Selain itu, kajian juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam mencari rezeki, khususnya terkait kehalalan harta. Jamaah diingatkan untuk memahami tiga kategori keharaman, yakni haram lidzatihi (yang jelas zatnya haram), haram dzonni (yang masih dalam dugaan), dan haram maklum (yang sudah diketahui umum keharamannya).

Beberapa contoh yang disampaikan antara lain praktik riba seperti bank keliling, serta usaha yang jelas dilarang seperti penjualan minuman keras. “Harta yang kita peroleh akan berpengaruh pada kehidupan kita. Jangan sampai keberkahan hilang karena kita abai terhadap halal dan haram,” tegasnya.

Antusiasme jamaah terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Selain menjadi ajang menuntut ilmu, kuliah subuh ini juga menjadi sarana silaturahmi antarwarga dan tokoh masyarakat.

Dengan jumlah kehadiran yang mencapai ratusan orang, kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat dalam memperdalam ilmu agama tetap kuat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan doa bersama, penuh harap agar ilmu yang didapat membawa keberkahan dan menjadi bekal menuju kehidupan yang lebih baik baik di dunia maupun akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version