Merauke – Kabarlagi.id. DPD Himpunan Keluarga Jawa Sunda Madura (HKJSM) Kabupaten Merauke resmi mengukuhkan kepengurusan baru tingkat distrik hingga perhimpunan mahasiswa untuk masa bakti 2026-2031. Sebanyak 60 pemuda mengambil sumpah jabatan dalam acara yang dirangkaikan dengan silaturahmi akbar akhir Syawal guna memperkuat sinergi lintas etnis di ujung selatan Papua.
Ketua Panitia Tepes Gunanto menjelaskan pelantikan ini merupakan hasil keputusan rapat kerja daerah pada November tahun lalu. Prosesi pengambilan janji 30 anggota DPC HKJSM Muda dan 30 pengurus Himpunan Mahasiswa (HIMA) dipimpin langsung oleh Ketua DPD HKJSM Kabupaten Merauke Dr. Fauzun Nihayah, S.H.I., M.H., Acara ini turut disaksikan oleh Ketua Bawaslu Papua Selatan Marman, S.Sos., M.Si., Ketua Pengadilan Agama Merauke Suparlan, S.HI., M.H., serta jajaran aparat distrik dan TNI-Polri, Merauke (18/04/26).
Sebagai organisasi sosial kultural, HKJSM didorong menjadi motor penggerak perputaran ekonomi dan pelestari kearifan lokal. Fauzun menantang seluruh anggota paguyuban untuk tidak sekadar berkumpul, melainkan berani menciptakan program nyata seperti pentas seni, kirab budaya, hingga bazar kuliner khas daerah.
“Urip iku kudu urup, hidup kita harus selalu memberi manfaat bagi orang lain di mana pun berada,” tegas sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Merauke tersebut.
Di hadapan para hadirin, ia turut mengapresiasi kinerja cepat sekretaris paguyuban bernama Marman dalam merealisasikan berbagai program kerja. Salah satu terobosan utamanya adalah peluncuran Kartu Tanda Anggota (KTA) terintegrasi. Dengan kontribusi awal lima puluh ribu rupiah—dirinci untuk biaya cetak dan kas—anggota akan mendapatkan akses bantuan rujukan kesehatan hingga potongan harga di berbagai unit usaha milik jaringan HKJSM.
Kehadiran dan soliditas paguyuban ini mendapat sorotan positif dari jajaran pemerintah daerah. Bupati Merauke Yoseph B. Gebze secara terbuka mengakui tingginya kontribusi warga pendatang dalam menyokong status wilayahnya yang tengah dicanangkan presiden sebagai lumbung pangan nasional.
“Warga HKJSM adalah penggerak utama pembangunan Merauke khususnya pada sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ungkap Yoseph.
Terkait dinamika di lapangan, Yoseph menyadari adanya keluhan warga mengenai kerusakan jalan usaha tani akibat tingginya mobilitas alat berat traktor. Ia menjelaskan bahwa efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari pusat menjadi kendala utama saat ini, mengingat anggaran sebelumnya sempat menyentuh angka Rp2,4 triliun pada 2024.
“Kami memohon maaf karena keterbatasan anggaran belum memungkinkan pembangunan secara menyeluruh, namun pemerintah daerah sudah mengajukan usulan ke pusat,” tambahnya.
Sementara itu, penceramah agama Ustadz Basir, S.Pd.I., mengingatkan jajaran pengurus baru untuk menjalankan amanah dengan ikhlas dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. Ia meminta seluruh anggota memegang teguh kebersamaan lintas etnis melalui filosofi lokal Izakod Bekai Izakod Kai yang bermakna satu hati satu tujuan.
“Halal bihalal adalah tradisi khas Nusantara yang sangat mulia untuk saling memaafkan, membersihkan hati dari dendam, dan merajut kembali tali persaudaraan,” tutupnya di akhir rangkaian acara. (Rizki)


