Mappi – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai senilai Rp100 juta untuk Gereja Paroki Kristus Raja Keppi, Kabupaten Mappi. Paket bantuan tersebut diserahkan secara langsung dan diterima secara simbolis oleh Pastor Kevikepan Kepi, Jacobus Hari Prabowo, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap rumah ibadah setempat.
Penyaluran dana dan bahan makanan ini beriringan dengan agenda rutin tahunan pemerintah provinsi. Rombongan pimpinan daerah tersebut telah tiba di wilayah Mappi sejak satu hari sebelumnya.
“Sejak kemarin, Kamis (5/3/2026) kami datang dalam rangka kunjungan Safari Ramadan di Kepi,” jelas Apolo Safanpo di Keppi, Jumat, (06/03/2026).
Tradisi mengunjungi umat beragama sejatinya sudah dijalankan Apolo sejak akhir 2022, saat ia masih menduduki kursi Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan. Dalam satu tahun, pemerintah provinsi rutin menggelar dua kali perjalanan dinas kerohanian, yakni Safari Ramadan dan Safari Natal.
Namun, ada penyesuaian kalender khusus untuk komunitas Katolik di wilayah tersebut sesuai dengan arahan pimpinan gereja.
“Kalau Safari Natal kan kita laksanakan di Desember, cuma Pak Uskup bilang sama saya bahwa ‘Pak Gub kami kalau Desember itu tidak bisa merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember’, jadi hari ini kita diberi kesempatan untuk bisa mengunjungi Gereja Paroki Kristus Raja di Kepi,” ungkap Apolo di Keppi, Jumat, (06/03/2026).
Di luar urusan seremonial, kunjungan ke Mappi membawa Gubernur menyusuri lorong nostalgia. Keppi bukanlah wilayah yang asing baginya. Apolo pernah menetap di kawasan ini selama rentang tahun 2005 hingga 2007. Saat itu, ia terlibat langsung dalam perancangan tata ruang kota baru yang mengarah ke jalan Asgon.
Alih-alih melihat infrastruktur yang terbangun rapi, ia mengingat masa-masa ketika alat berat baru sekadar meratakan tanah merah. Fasilitas akomodasi masih sangat terbatas. Sang Gubernur bercerita bahwa ia harus menyewa kamar di penginapan milik Kantor Pos, yang saat itu hanya bersanding dengan penginapan YPK sebagai alternatif tempat menginap. Pusat layanan kesehatan yang beroperasi penuh pun baru satu unit puskesmas.
“Waktu itu kita desain kota baru di titik lewat jalan ke Asgon, dulunya belum bagus seperti sekarang, dulu baru bongkar-bongkar tanah,” tutur Apolo.
Seiring pergantian tahun, wajah kota perlahan berubah. Pada kunjungan berikutnya, ia mendapati fasilitas kemiliteran seperti Kodim telah rampung dibangun dan diresmikan bersama Danrem. Mengamati transformasi perlahan ini, pemerintah provinsi kini menajamkan fokus pada peningkatan konektivitas jalan antarwilayah.
Pengerjaan jalan provinsi dari Waemem menuju Eci terus digenjot secara bertahap setiap tahunnya. Ke depan, pemerintah menargetkan ruas-ruas jalan strategis yang masih menjadi kewenangan provinsi, termasuk jalur vital Kepi-Bade, dapat segera dilanjutkan pengerjaannya demi membuka akses ekonomi masyarakat secara menyeluruh. (Rizki)

