Goverment News

Warga Mappi Temui Gubernur Apolo Sampaikan Dialog Aspirasi

Mappi – Kabarlagi.id. Keheningan malam di Keppi mendadak pecah ketika seribuan warga berbondong-bondong mendatangi Hotel Afista. Kehadiran massa yang tak terduga ini memiliki satu tujuan pasti: menuntut jawaban dan menyampaikan tumpukan keluhan secara langsung kepada Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, yang tengah beristirahat.

Peristiwa pada Kamis malam tersebut bermula sesaat setelah rombongan pemerintah provinsi merampungkan agenda Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda, Kabupaten Mappi.

Alih-alih membubarkan diri usai acara keagamaan, gelombang masyarakat justru bergerak menyemut menuju tempat penginapan sang kepala daerah untuk menumpahkan segala unek-unek mereka.

Dialog dadakan di pelataran hotel pun tak terhindarkan. Sebagian besar keluhan warga berkutat pada persoalan infrastruktur ekonomi rakyat, mulai dari buntunya penyelesaian pembayaran pelepasan tanah untuk jalan raya yang mangkrak, hingga minimnya fasilitas penunjang bagi masyarakat kecil. Salah satu isu yang paling disorot adalah nasib para mama-mama pedagang yang setiap hari harus memikul beban dagangan dengan berjalan kaki sejauh berkilometer menuju pasar.

Merespons desakan tersebut, Apolo memilah langsung setiap aspirasi yang masuk. Beberapa tuntutan terpaksa tidak dapat dieksekusi malam itu juga lantaran bersinggungan langsung dengan ranah kewenangan pemerintah kabupaten, bukan provinsi.

Namun, terkait penderitaan pedagang perempuan, ia memastikan akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan guna merancang jalan keluar pengadaan kendaraan.

“Kita akan berupaya untuk memprogramkan transportasi ini untuk mama-mama pedagang,” tutur Apolo Safanpo di Hotel Afista, Keppi, Kamis, (05/03/2026).

Situasi pertemuan malam itu ternyata tidak berhenti pada urusan infrastruktur dan transportasi. Usai menumpahkan segala keluh kesahnya, massa secara spontan meminta ketersediaan bahan pangan. Tanpa menunggu waktu lama, sang gubernur langsung merespons tuntutan tersebut dengan menginstruksikan pembagian logistik darurat pada saat itu juga.

Agar penyaluran tepat sasaran di tengah kerumunan ribuan orang, proses distribusi sekitar 800 karung beras langsung dikoordinasikan oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mappi.

Penyerahan bantuan logistik ini sekaligus meredakan tensi kerumunan, menutup malam panjang di Keppi dengan kepastian perut yang terisi dan janji program pemerintah yang akan ditagih warga di kemudian hari. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version