Peluncuran IKT 2025: Salatiga Teratas, Tegal dan Ambon Jadi Sorotan Baru
News

Peluncuran IKT 2025: Salatiga Teratas, Tegal dan Ambon Jadi Sorotan Baru

Jakarta – Kabarlagi.id. SETARA Institute resmi meluncurkan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 dalam sebuah acara yang digelar di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Rabu (22/4/2026). Peluncuran ini sekaligus menjadi momentum pemberian penghargaan bagi kota-kota dengan kinerja terbaik dalam mengelola keberagaman dan membangun toleransi.

Memasuki publikasi ke-9 sejak pertama kali dirilis pada 2015, IKT tidak hanya menilai peringkat kota, tetapi juga menyoroti proses, inovasi, dan kolaborasi dalam menciptakan ekosistem sosial yang inklusif.

Salatiga Kembali Memimpin

Dalam hasil terbaru, Salatiga kembali menempati posisi pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia. Disusul oleh Singkawang dan Semarang di posisi berikutnya.

Namun, perhatian utama tahun ini tertuju pada Tegal dan Ambon yang berhasil menembus 10 besar. Lonjakan signifikan Tegal dari peringkat 39 pada tahun sebelumnya menjadi bukti bahwa kemajuan toleransi dapat dicapai melalui kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Penghargaan Lebih Inklusif

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, IKT 2025 menghadirkan pendekatan baru. Tidak hanya kota di 10 besar yang mendapat penghargaan, tetapi juga kota-kota dalam berbagai kategori dan zona perkembangan. Bahkan, apresiasi turut diberikan kepada elemen masyarakat sipil yang berperan aktif dalam mempromosikan toleransi.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan toleransi bukan sekadar soal peringkat, melainkan perjalanan kolektif yang melibatkan banyak pihak.

Tren Nasional Meningkat

Secara nasional, skor rata-rata toleransi Indonesia naik menjadid 4,97 (skala 1–7), meningkat dari tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan tren positif, di mana semakin banyak kota mulai mengarusutamakan kebijakan inklusif dan memperkuat perlindungan kebebasan beragama.

Tantangan Masih Membayangi

Meski menunjukkan kemajuan, sejumlah kota masih menghadapi tantangan serius, seperti lemahnya kepemimpinan dalam isu toleransi, kebijakan yang berpotensi diskriminatif, hingga tekanan terhadap kelompok minoritas.

Namun, SETARA Institute menegaskan bahwa posisi rendah bukanlah akhir, melainkan peluang untuk bertransformasi melalui perbaikan kebijakan dan penguatan kolaborasi.

Kota Besar Tak Kalah Kompetitif

Dalam kategori kota berpenduduk lebih dari satu juta jiwa, Semarang, Bekasi, dan Surabaya menunjukkan performa kuat. Hal ini membuktikan bahwa kompleksitas kota besar tidak menjadi penghalang untuk membangun toleransi.

Toleransi Adalah Kerja Bersama

IKT 2025 kembali menegaskan bahwa keberhasilan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga sinergi dengan masyarakat sipil, tokoh agama, dan komunitas lokal.

Peluncuran IKT 2025 menjadi pengingat bahwa toleransi adalah fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Bukan sekadar angka dan peringkat, tetapi komitmen nyata untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bersama menuju Indonesia yang inklusif dan berkeadilan bagi semua.(Djo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *