Merauke – kabarlagi.id. Pemerintah Kabupaten Merauke resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik sebagai langkah strategis mendukung Sensus Ekonomi 2026. Kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) ini diperkuat melalui penandatanganan piagam dukungan oleh jajaran Kepala Distrik dan Kepala Kampung di Bapperida, Kamis (07/06).
Sensus Ekonomi mendatang akan beralih ke sistem digital nirkertas menggunakan aplikasi ponsel pintar untuk menyikapi disrupsi teknologi. Petugas lapangan dijadwalkan mulai mendata sektor usaha skala besar pada Mei tahun depan.
Proses kemudian berlanjut dengan pendataan pintu ke pintu mulai 16 Juni hingga 31 Agustus 2026 yang mencakup sektor pertanian hingga ekonomi digital.
Bupati Merauke Yosep Bladib Gebze menekankan bahwa validasi angka sangat krusial bagi masa depan Kabupaten Merauke dan Provinsi Papua Selatan.
“Data sosial ekonomi nasional ini akan menjadi acuan kita. Jangan sampai kita melandaskan perencanaan pembangunan dengan data yang tidak tepat. Data dari BPS ini akan menjadi acuan untuk mengintervensi kelompok masyarakat dengan sasaran yang tepat dan benar,” ujar Yosep.
Implementasi Desa Cantik saat ini difokuskan pada tiga wilayah di Distrik Semangga yaitu Kampung Sidomulyo, Kampung Kuprik, dan Kampung Muram Sari. Sinergi lintas institusi ini akan segera dituangkan dalam nota kesepahaman agar evaluasi pelaksanaan di lapangan dapat berjalan lebih terukur.
Selain fokus pada data, agenda ini juga menjadi ajang pemantauan kinerja aparatur wilayah. Pemerintah daerah berkomitmen mengevaluasi efektivitas kerja pimpinan distrik sesuai regulasi demi memastikan pelayanan publik berjalan maksimal sesuai dengan kewenangannya (Rizki)


