Bisnis Goverment News

DPR RI Perkuat Pengawasan Karantina di Perbatasan Papua Selatan

Merauke – Kabarlagi.id. Anggota Komisi IV DPR RI Sulaiman L. Hamzah mengunjungi Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Papua Selatan pada Rabu (06/05). 

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat fungsi sinergisitas serta mendorong peningkatan kapasitas laboratorium di wilayah perbatasan guna menjamin kualitas komoditas daerah.

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai urgensi modernisasi peralatan laboratorium agar hasil pengujian dapat diakui secara nasional maupun internasional. Hal ini menjadi krusial dalam memfasilitasi perdagangan internasional dan mengawal program strategis pemerintah di sektor pertanian perikanan serta kehutanan.

“Kami mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan laboratorium penguatan pengawasan di wilayah perbatasan serta dukungan terhadap komoditas unggulan daerah agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Sulaiman dalam sambutannya.

Kepala Karantina Papua Selatan Irsan Nuhantoro menjelaskan bahwa dukungan sarana prasarana yang andal adalah kunci menjaga keamanan hayati. Saat ini tantangan semakin kompleks dengan munculnya risiko penyakit seperti demam babi Afrika (ASF) penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga Lumpy Skin Disease (LSD) yang memerlukan deteksi cepat dan akurat.

“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas laboratorium memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan serta memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina,” kata Irsan.

Ia menambahkan bahwa laboratorium harus adaptif dan berbasis risiko dalam menghadapi dinamika ancaman hama penyakit.

Selain fokus pada kesehatan hewan pengawasan ketat juga dilakukan terhadap potensi organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang mengancam sektor pertanian. 

Pengawasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun dan PLBN Sota menjadi prioritas utama untuk menjaga pintu keluar masuk komoditas unggulan seperti gelembung ikan pinang dan sirih.

Melalui kunjungan kerja ini diharapkan adanya percepatan integrasi sistem perkarantinaan yang berkelanjutan. Upaya tersebut diyakini akan menjaga keamanan hayati Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis agribisnis di wilayah Papua Selatan. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version