Merauke – Kabarlagi.id. Ruangan yang sehari-hari menjadi tempat para jurnalis mengetuk berita itu, Kamis sore berubah fungsi. Meja-meja kerja sejenak bersihkan, diganti sajian takjil.
Di Media Corner Humas Polres Merauke, puluhan wartawan duduk berdampingan dengan jajaran kepolisian. Mereka datang bukan untuk mencari pernyataan, melainkan untuk duduk bersama, melepas penat, dan menunggu azan Magrib berkumandang.
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M bersama Wakapolres Dr. Nuryanty, S.H., M.H dan Kasie Humas Ipda Andre MSB, S.Kom sengaja mengundang insan pers dalam acara buka puasa bersama.
Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan dan tugas peliputan yang kerap membawa mereka ke lokasi-lokasi rawan, momen ini menjadi ruang untuk merajut kembali benang silaturahmi.
Di balik meja yang dipenuhi kolak dan gorengan, Wakapolres Nuryanty menyampaikan pesan yang tidak biasa didengar wartawan dari aparat. Ia tak bicara tentang angka kriminalitas atau himbauan keamanan. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya berita yang menyejukkan.
“Kami mengapresiasi peran insan pers yang selama ini turut menjaga kondusivitas Merauke. Informasi yang akurat dan berimbang sangat membantu masyarakat, sekaligus menjadi mitra kami dalam menciptakan situasi yang aman,” kata Nuryanty di sela acara, Kamis (12/03/2026).
Ia menegaskan, hubungan antara polisi dan pers bukan sekadar formalitas. Di tangannya, kemitraan itu adalah fondasi. “Kerja sama ini harus terus dipupuk. Berita yang sesuai fakta dan tidak memprovokasi adalah salah satu kunci kedamaian di daerah kita,” tambahnya.
Sementara itu, di penghujung acara, para wartawan yang hadir tidak hanya pulang dengan perut kenyang. Wakapolres Nuryanty, mewakili Kapolres, memberikan tali asih kepada insan pers Merauke. Pemberian yang dibungkus dalam amplop cokelat itu diserahkan sebagai bentuk perhatian di bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Tali asih ini adalah simbol. Kami berharap ini bisa menjadi motivasi bagi rekan-rekan pers untuk terus bekerja keras, tetap profesional, dan menyebarkan informasi yang menyejukkan,” ujar Nuryanty.
Kegiatan yang berlangsung hingga waktu berbuka itu ditutup dengan doa bersama. Di luar ruangan, lampu-lampu kota Merauke mulai menyala. Namun di dalam Media Corner, kehangatan yang tersisa bukan hanya dari makanan, melainkan dari percakapan dan tawa yang membaurkan seragam coklat dan rompi wartawan—dua profesi yang sama-sama berjibaku dengan fakta dan waktu. (Rizki)

