Merauke – Kabarlagi.id. Satuan Reserse Kriminal Polres Merauke turun tangan memeriksa gudang distributor merespons isu lonjakan harga gas LPG di masyarakat. Inspeksi mendadak ini menyasar agen-agen besar untuk memverifikasi kebenaran dampak situasi global terhadap nilai jual per 1 April 2026.
Pengecekan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) tersebut membedah langsung area penyimpanan barang. Saat menyisir gudang PT Tunas Digul Indah Permai, petugas menemukan kekosongan stok tabung ukuran 5,5 kilogram yang sudah berlangsung selama dua pekan terakhir.
Di lokasi yang sama, aparat mencatat adanya lonjakan nilai jual. Harga tabung 12 kilogram dengan ketersediaan 616 unit naik dari Rp320.000 menjadi Rp358.000. Sementara itu, untuk ukuran 50 kilogram yang hanya tersisa 10 tabung, harganya merangkak naik dari Rp1.450.000 menjadi Rp1.560.000.
Kondisi kontras justru ditemukan saat petugas menyambangi PT Lintas Papua. Ketersediaan pasokan di agen ini berstatus aman dengan patokan harga yang masih stabil.
Tercatat ada 588 tabung ukuran 5,5 kilogram seharga Rp147.000. Stok tabung 12 kilogram juga melimpah hingga 990 unit yang dipatok Rp320.000, serta 102 tabung ukuran 50 kilogram dengan harga Rp1.400.000. Seluruh barang di titik ini belum mengalami perubahan banderol.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Merauke AKP Anugrah Saei Dharmawan, S.TK, SIK menegaskan bahwa pengawasan lapangan ini adalah langkah pengamanan berlapis dari aparat kepolisian.
“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan distribusi LPG tetap berjalan lancar serta mencegah adanya penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya, Rabu (01/04/26).
Selama operasi berlangsung, petugas juga mengumpulkan keterangan langsung dari pihak manajemen perusahaan terkait rantai distribusi logistik. Kepolisian memastikan akan terus memonitor pergerakan pasar dan berkoordinasi dengan instansi terkait demi menjaga kelancaran pasokan energi bagi warga. (Rizki)

