Menu ✖

Mode Gelap
Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

News · 25 Apr 2025 13:02 WIT ·

Tolak Resistensi, Akademisi Universitas Batam Serukan Sinergi TNI-Kampus


					Tolak Resistensi, Akademisi Universitas Batam Serukan Sinergi TNI-Kampus Perbesar

Jakarta,- Kabarlagi.id. Akademisi Universitas Batam, Dr. Fendi Hidayat, angkat suara terkait polemik yang muncul di sejumlah kalangan mengenai kehadiran TNI di lingkungan kampus. Menurutnya, dinamika hubungan antara institusi militer dan dunia pendidikan seyogianya dilihat dalam kerangka sinergi positif yang saling menguatkan.

“TNI sebagai garda utama bangsa telah memainkan peran penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Kehadirannya di kampus dalam konteks program bela negara, pelatihan kepemimpinan, atau kolaborasi riset strategis dapat memperluas wawasan mahasiswa tentang nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial,” ujar Dr. Fendi dalam pernyataannya, Jumat (25/4).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebebasan akademik adalah prinsip fundamental yang tidak boleh dikompromikan dalam bentuk apapun. Dunia kampus, menurutnya, harus tetap menjadi ruang intelektual yang menjamin kebebasan berpikir dan berdiskusi secara kritis.

“Kerja sama antara kampus dan TNI harus dibangun atas dasar transparansi, koordinasi resmi, dan penghormatan terhadap otonomi perguruan tinggi. Jika prinsip-prinsip ini dijaga, maka kehadiran militer justru dapat memperkaya diskursus akademik dan menumbuhkan semangat cinta tanah air,” tambahnya.

Menanggapi kekhawatiran sebagian pihak soal potensi agenda tersembunyi di balik kehadiran TNI, Dr. Fendi menyatakan bahwa hal tersebut tidak berdasar selama semua pihak berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan.

“Kampus memiliki peran strategis dalam membangun dialog lintas sektor, termasuk dengan TNI. Keterlibatan TNI dalam kapasitas edukatif bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk aktif terlibat dalam pembangunan nasional, tanpa menggerus daya kritis mereka,” jelasnya.

Ia mengingatkan pentingnya kolaborasi antara institusi militer dan sivitas akademika demi terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang cerdas, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

“Hanya dengan kolaborasi berbagai elemen bangsa, termasuk TNI-Kampus melalui dialog terbuka dan semangat kolaboratif, kita bisa menciptakan ruang akademik yang progresif namun tetap menjunjung tinggi identitas kebangsaan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga

6 Oktober 2026 - 09:43 WIT

TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar

4 Oktober 2026 - 21:55 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

2 Oktober 2026 - 18:49 WIT

Demokrasi Masuk Era AI, Akademisi Ingatkan Bahaya Manipulasi Informasi

30 September 2026 - 23:18 WIT

Trending di News