Ziarah Bersejarah Di Letta :Perjalanan Ekstrem Menuju Jejak Leluluh Tallu Tombinna Raja
News

Ziarah Bersejarah Di Letta :Perjalanan Ekstrem Menuju Jejak Leluluh Tallu Tombinna Raja

Pinrang, — Kabarlagi.id Sebuah perjalanan penuh makna dan tantangan ditempuh oleh Ketua Umum LMP Mabes Pusat, H.M.Arsyad Cannu, dalam rangka ziarah ke tanah leluhur di wilayah Letta, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.Selasa (31/3/2026).

Didampingi Ketua LMP Macab Pinrang Dr. H. Sultani, M.Si serta pemangku adat sekaligus sejarawan Letta P. Yumming, rombongan melakukan kunjungan ziarah ke makam leluhur besar Tallu Tombinna Raja ke-IX Letta yang terletak di Tondo Bunga, Desa Letta, Kecamatan Lembang.

Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Rombongan harus melewati medan yang sangat ekstrem, mulai dari jalanan rusak, tanjakan curam, hingga tikungan tajam yang menguji ketahanan fisik dan mental. Namun, tekad kuat dari H.M.Arsyad Cannu untuk berziarah ke kampung halaman leluhur mengalahkan segala rintangan tersebut.

Menurut penuturan P. Yumming, Tallu Tombinna Raja ke-IX Letta merupakan sosok raja yang sangat disegani dan dihormati pada masanya. Gelar “Tallu Tombinna” sendiri diberikan sebagai simbol keberanian dan kebesaran beliau yang konon mampu menaklukkan tiga kerajaan sekaligus.

Dari sisi silsilah, ditegaskan bahwa H.M.Arsyad Cannu merupakan keturunan asli dari Letta, berasal dari garis keturunan Wali Lampe Susu dan Tallu Tombinna Raja. Wali Lampe Susu sendiri dikenal sebagai tokoh besar dengan keturunan yang tersebar luas di berbagai wilayah, bahkan banyak di antaranya yang menjadi pemimpin atau raja. Namun, keberadaan makamnya hingga kini masih menjadi misteri, karena diyakini “mallajang” atau menghilang menurut kepercayaan masyarakat setempat.

Selain nilai sejarah dan spiritual, perjalanan ini juga membuka kekaguman tersendiri. H.M.Arsyad Cannu yang terbiasa dengan kehidupan kota metropolitan mengaku terpesona oleh keindahan alam Letta. Deretan bukit hijau yang menjulang, persawahan adat yang tersusun rapi di lereng gunung menyerupai tangga raksasa, serta aliran air pegunungan yang jernih menciptakan panorama luar biasa.

Letta bahkan digambarkan laksana negeri di atas awan, dengan udara sejuk dan lanskap yang menenangkan, membuat siapa pun betah berlama-lama di sana.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi perjalanan ziarah, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi wisata alam Letta. Harapannya, keindahan dan kekayaan budaya daerah ini dapat semakin dikenal luas dan berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pinrang.

“Semoga Letta menjadi kampung halaman yang tidak hanya indah dikenang, tetapi juga indah untuk dikunjungi oleh siapa saja,” ujar salah satu rombongan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *