Menu ✖

Mode Gelap
HSI Dukung Revisi UU Kehutanan, Pelaku Karhutla Sengaja Harus Dipandang sebagai Teroris Lingkungan Peringati Bulan Bahasa 2026, Kosmopolitan.net Adakan Workshop Menulis Cerita Anak di Kota Wisata Batu Minggu Kasih, Kapolres Merauke Ajak Jemaat Jadi Lilin Penerang Polsek Kimaam Gencarkan Patroli Cipkon dan Cegah Karhutla Rolade Kambing Dalica Aceh Antar Aceh Tamiang Raih Juara Umum

Goverment · 4 Sep 2023 07:35 WIT ·

Wujudkan Pusat Pertumbuhan, Presiden: ASEAN Harus Lebih Kompak dan Gesit


					Wujudkan Pusat Pertumbuhan, Presiden: ASEAN Harus Lebih Kompak dan Gesit Perbesar

Jakarta,- Kabarlagi.id.Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa ASEAN memiliki modal yang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan atau epicentrum of growth. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden menekankan pentingnya negara-negara ASEAN untuk bekerja lebih kompak dan gesit.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka Sesi Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN, di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (09/04/2023).

“Arah ASEAN jelas menjadi epicentrum of growth. Modal ASEAN besar untuk meraihnya, tapi ASEAN harus mampu bekerja lebih keras, lebih kompak, lebih berani, dan lebih gesit,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Presiden, ASEAN juga perlu merumuskan strategi jangka panjang yang relevan. Oleh karena itu, Presiden mengapresiasi dukungan negara ASEAN dalam pembahasan ASEAN Concord IV yang akan menjadi fondasi untuk penyusunan Visi Masyarakat ASEAN 2045.

“ASEAN juga butuh strategi taktis jangka panjang yang relevan dan sesuai harapan rakyat, yang tidak hanya untuk lima tahun ke depan tapi 20 tahun depan sampai 2045,” ucapnya.

Selain itu, Presiden juga menggarisbawahi pentingnya ASEAN untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi yang inklusif antara negara-negara ASEAN dengan mitra di kawasan Indo-Pasifik sehingga menjadikan ASEAN sebagai epicentrum of growth. Kerja sama tersebut dilakukan, antara lain, melalui kerja sama Sekretariat ASEAN dengan Sekretariat Pacific Island Forum (PIF) dan Indian Ocean Rim Association (IORA) maupun pendekatan ekonomi dan pembangunan melalui ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) sehingga ASEAN bisa berdampak bagi rakyatnya dan juga bagi dunia.

“ASEAN sebagai kapal besar memiliki tanggung jawab yang juga besar pada ratusan juta jiwa rakyat yang berlayar bersama di dalamnya. Dan, walaupun harus berlayar di tengah badai, kita sebagai para pemimpin ASEAN harus memastikan bahwa kapal ini mampu terus melaju, mampu terus berlayar. Dan, kita harus menjadi nahkoda di kapal kita sendiri untuk mewujudkan perdamaian, mewujudkan stabilitas, mewujudkan kemakmuran Bersama,” tandasnya

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

KPA Merauke Latih Pelajar Jadi Duta KomPas Cegah Penularan HIV di Sekolah

21 Oktober 2026 - 10:51 WIT

Tingkatkan Layanan PDP HIV Puskesmas, KPA Merauke Berikan Pelatihan Nakes

12 Oktober 2026 - 19:59 WIT

Bupati Merauke Hadiri Kirab Hari Santri 2026, Ingatkan Perjuangan Ulama

10 Oktober 2026 - 15:35 WIT

Kawal Otsus Papua, Kemendagri Dorong Penyaluran Dana 11 Daerah

8 Oktober 2026 - 18:37 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Trending di Goverment