Berkabar Untuk Indonesia Jl. Kramat Lontar No.H. 92, RT.6/RW.7, Kramat, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450

Menu Utama

Pemprov Papua Selatan Lepas 145 Mahasiswa Beasiswa Afirmasi

PenulisRizki Saputra
Dipublikasikan

Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi Papua Selatan resmi melepas 145 mahasiswa penerima beasiswa afirmasi untuk menempuh studi di berbagai perguruan tinggi. Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, memimpin langsung seremoni pelepasan para calon sarjana ini di Hotel Halogen Merauke pada Senin, (08/06/2026).

Program beasiswa yang dialokasikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Ferdinandus menegaskan bahwa kesempatan ini adalah previlese besar yang tidak didapatkan oleh semua pemuda di wilayah tersebut.

“Dari sekian banyak orang, hanya kalian yang teristimewa,” ujar Ferdinandus di sela-sela sambutannya.

Keistimewaan program ini, menurutnya, harus dijawab dengan tanggung jawab besar oleh para mahasiswa. Ia berharap para penerima beasiswa benar-benar memanfaatkan waktu studi dengan maksimal agar kelak bisa kembali membangun daerah.

“Hari ini kalian akan dilepaskan dan mudah-mudahan akan kembali dengan jumlah yang sama,” ungkap Ferdinandus.

Pemerintah menaruh harapan besar pada pundak 145 mahasiswa ini. Mereka diproyeksikan menjadi barisan pemimpin yang akan menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan maupun sektor swasta pada tahun 2050 mendatang.

Dalam laporan pendidikan tersebut, sebanyak 25 mahasiswa tercatat akan melanjutkan kuliah di Universitas Musamus (Unmus) Merauke. Selebihnya akan tersebar di beberapa sekolah tinggi lokal seperti Akademi Kebidanan Yaleka Maro Merauke, hingga perguruan tinggi di Yogyakarta.

“Saya lihat dari daftar beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Universitas Musamus Merauke sekitar 25 mahasiswa,” kata Ferdinandus.

Selain membekali mahasiswa, Ferdinandus juga menitipkan pesan khusus kepada para orang tua. Ia menekankan pentingnya dukungan moral dan pengawasan perilaku agar anak-anak mereka tetap berada di jalur positif selama merantau.

Ia pun secara jujur memaparkan bahwa skema bantuan keuangan dari pemerintah memiliki keterbatasan, sehingga peran finansial keluarga tetap dibutuhkan sebagai pelengkap.

“Namanya bantuan itu tidak sepenuhnya ful, untuk itu dukungan orang tua berupa semangat bagi anak-anaknya sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top