Merauke – Kabarlagi.id. Gelanggang Olahraga (GOR) Basket Gema Merauke menjadi saksi bidikan-bidikan presisi para pemanah muda dalam gelaran Turnamen Panahan Indoor Merauke Archery Club Animha (Madah) Cup 2. Namun, di balik kompetisi tersebut, Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menitipkan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga raga dan mental dari jeratan pengaruh negatif lingkungan, Minggu, (28/06/2026).
Paskalis hadir tidak sekadar membuka seremoni. Ia menyoroti realitas sosial di Merauke yang kian mengkhawatirkan, mulai dari tingginya angka kriminalitas hingga maraknya fenomena anak-anak penghisap lem aibon dan konsumsi minuman keras (miras). Baginya, olahraga panahan harus menjadi oase dan perlawanan terhadap hal-hal buruk tersebut.
“Semoga anak-anak terlibat sebagai atlet panahan ini menjadi pewarta, berdampak dan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang sudah terjerumus aibon dan miras,” kata Paskalis.
Ia memandang para atlet sebagai aset berharga atau investasi yang akan mengharumkan nama Provinsi Papua Selatan di masa depan. Oleh karena itu, para atlet diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menarik rekan-rekan sebaya mereka keluar dari kebiasaan buruk dan kenakalan remaja.
Dalam arahannya, Paskalis menekankan bahwa panahan adalah olahraga yang mengandalkan keterpaduan fisik dan psikis. Ketangguhan mental dan keberanian menjadi syarat mutlak bagi seorang pemanah agar tidak menjadi pengecut di garis kompetisi. Salah satu kunci utama menjaga stabilitas tersebut adalah dengan mengatur pola istirahat.
Paskalis menyarankan agar para atlet disiplin tidur minimal 10 jam sehari. Selain itu, ia memberikan peringatan keras terkait penggunaan gawai atau handphone yang bisa merusak fokus dan penglihatan.
“Malam hari handphone tidak boleh diletakkan di dekat kepala, harus pisah atau dijauhkan karena berpengaruh,” ujar Paskalis.
Ia meminta para atlet membatasi penggunaan gawai maksimal dua jam sehari guna menghindari radiasi cahaya yang mengganggu kesehatan mata. Secara khusus, ia membagikan tips alami untuk merawat ketajaman mata para pemanah.
“Menatap dedaunan dan rerumputan setiap pagi hingga keluar air mata saat fajar sebelum matahari naik, agar matanya tetap terjaga,” pesannya.
Kepada pihak penyelenggara, Paskalis meminta agar pendampingan terhadap atlet dilakukan secara kontinu dan tidak putus asa dalam membina talenta muda. Sebagai bentuk dukungan nyata bagi asupan nutrisi para atlet selama berlatih, Paskalis menutup kunjungannya dengan menyumbangkan bahan pangan berupa beras dan telur. (Rizki)




