Merauke – Kabarlagi.id. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Merauke menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) V di Hotel Itese, Merauke, Jumat
(24/4/2026).
Perhelatan yang bertepatan dengan Harlah Fatayat NU ke-76 ini mengusung tema “Melahirkan Pemimpin yang Adaptif, Intelektual, dan Berdedikasi”.
Sebanyak 65 peserta yang terdiri dari perwakilan tujuh Pimpinan Anak Cabang
(PAC) dan 26 ranting se-Kabupaten Merauke hadir untuk merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Ketua Panitia Konfercab, Nur Khasanah Nawang Riri, menjelaskan bahwa kegiatan
ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi kader di tingkat akar rumput.
“Peserta Konfercab ini dihadirkan oleh PAC dan Ranting se-Kabupaten Merauke
dengan jumlah 65 peserta,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU, Hajah Wilda Qushoyri, M.Pd., menekankan bahwa kehadiran PP Fatayat NU di Merauke menunjukkan keseriusan pusat dalam menata organisasi di daerah, khususnya yang saat ini
berstatus caretaker.
“Konferensi hari ini bukan semata-mata pemilihan ketua baru. Namun penataan
organisasi PC Fatayat NU Kabupaten Merauke supaya lebih baik ke depannya. Jadi bukan persoalan mobilisasi siapa yang akan jadi ketuanya, tapi kita akan duduk bersama-sama memikirkan bagaimana Fatayat NU Kabupaten Merauke ke depan lebih baik,” tegas Wilda.
Ia juga memaparkan empat pilar utama organisasi, yakni penguatan struktural,
penguatan kaderisasi, program pelayanan, dan digitalisasi organisasi.
Menurutnya, kader Fatayat di Merauke harus memiliki keyakinan diri yang sama
besarnya dengan kader di Pulau Jawa.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Merauke, Dr. Fauzun Nihayah,
S.H., M.H., yang juga hadir dalam acara tersebut, menyatakan dukungannya agar
Fatayat NU menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
“Tantangan kita di Kabupaten Merauke dan di Provinsi Papua Selatan ke depan
tidaklah mudah. Kami membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan kontribusi nyata dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi kemasyarakatan sebesar Fatayat NU,” tutur Fauzun Nihayah.
Ketua PW Fatayat NU Provinsi Papua Selatan, Fitria Anggraini, S.Pd., berharap
hasil konferensi ini melahirkan nakhoda yang mampu membawa organisasi lebih
progresif.
“Harapannya sesuai dengan tema yang dibuat oleh panitia, melahirkan
kepemimpinan yang beradaptif, berintelektual, dan berdedikasi. Fatayat lebih baik lagi ke depannya dan bisa bersinergi dengan pemerintah,” ungkapnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Merauke dengan pemukulan
tifa, yang dilanjutkan dengan doa bersama.
Ke depannya, Fatayat NU Merauke diharapkan lebih aktif dalam pendampingan isu-isu perempuan dan perlindungan anak sebagai bentuk nyata khidmah organisasi di tanah Anim Ha. (Rizki)


