Gubernur Papua Selatan Ajak Jamaah Masjid Ataqwa Jadikan Ramadhan Momentum Pemulihan Spiritual dan Sosial
Goverment News

Gubernur Papua Selatan Ajak Jamaah Masjid Ataqwa Jadikan Ramadhan Momentum Pemulihan Spiritual dan Sosial

Gubernur Papua Selatan Ajak Jamaah Masjid Ataqwa Jadikan Ramadhan Momentum Pemulihan Spiritual dan Sosial

Merauke – Kabarlagi.id. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengajak umat Islam menjadikan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sebagai titik balik untuk memulihkan diri secara spiritual dan sosial. Pesan ini ia gaungkan langsung di hadapan warga saat memimpin rombongan Safari Ramadan di Masjid Ataqwa, Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.

Suasana silaturahmi di tengah masyarakat itu membawa nuansa toleransi yang kental. Tahun ini, rutinitas ibadah puasa umat Islam berjalan beriringan dengan perayaan suci sejumlah agama lain. Menyikapi dinamika tersebut, pemerintah daerah mengambil peran proaktif untuk memastikan seluruh warga negara dari berbagai latar belakang keyakinan dapat menunaikan kewajibannya dengan aman dan harmonis.

Lebih dalam soal esensi puasa, Safanpo membedah konsep pemulihan dari sudut pandang yang lebih komprehensif. Ia memandang bulan suci bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ruang refleksi krusial. Momentum ini digunakan untuk memperbaiki kerusakan internal manusia, merajut kembali interaksi antarwarga yang sempat renggang, hingga mempererat koneksi spiritual dengan Sang Pencipta alam semesta.

“Pemulihan kadang disimplikasikan menjadi pemulihan dari dosa, yang menurut agama berarti menjauhi larangan Tuhan dan melaksanakan perintah-Nya,” jelas Apolo Safanpo di Masjid Ataqwa Merauke, Rabu, (25/02/2026).

Ia menegaskan, muara dosa sering kali lahir dari celah kebiasaan yang tidak disadari manusia. Dalam kacamata filsafat, pelanggaran bermula dari ketamakan, keinginan lahiriah yang berlebihan, hingga godaan mata yang gemar membanding-bandingkan pencapaian hidup. Rentetan hawa nafsu yang tidak terkendali inilah yang secara filosofis harus diredam habis-habisan selama satu bulan penuh.

Di sisi lain, penyakit hati turut menjadi sorotan utamanya. Kesombongan—merasa lebih berilmu, lebih mampu, dan memiliki harta lebih melimpah dibandingkan orang lain—justru menciptakan jurang pemisah di tengah struktur masyarakat sosial.

“Kesombongan membuat diri kita jauh dari sesama dan Tuhan kita. Oleh karena itu, di bulan suci ini kita memulihkan diri, hubungan sesama, dan Sang Khalik,” tegas Apolo Safanpo di Masjid Ataqwa Merauke, Rabu, (25/02/2026).

Safari Ramadan yang sarat makna spiritual ini mempertemukan berbagai elemen kepemimpinan daerah. Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silubun, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga aparat kampung setempat tampak berbaur duduk bersama warga mendengarkan wejangan tersebut. Menutup perjumpaannya, perwakilan pemerintah provinsi ini menitipkan doa tulus agar seluruh amal ibadah masyarakat berkenan di hadirat Allah Yang Maha Kuasa (Rizki)

administrator
Jurnalis, Videografer & Founder Klik Ternak. 2+ thn pengalaman menyatukan teknologi & visual storytelling demi edukasi peternakan yang inspiratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *