Menu ✖

Mode Gelap
AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

Figur · 11 Mar 2026 08:47 WIT ·

Indrata Maulana Garap Film Kolosal Sejarah Bertaraf Global


					Indrata Maulana Garap Film Kolosal Sejarah Bertaraf Global<br> Perbesar

Jakarta – Kabarlagi.id. Sineas Indrata Maulana menembus pasar internasional dengan merancang produksi film bergenre kolosal sejarah pada tahun 2026. Proyek berskala besar ini menjadi langkah pembuktian kemampuannya setelah mengarungi industri hiburan nasional selama lebih dari dua setengah dekade.

Karier pria ini di balik layar tidak bermula langsung dari kursi penyutradaraan. Mengawali langkah pada 1998 sebagai staf unit produksi televisi, ia membangun fondasinya dari bawah. Ketekunannya menuntun Indrata memegang kendali tata keuangan, memimpin produksi, hingga mengepalai divisi penyuntingan.

Peralihannya ke layar lebar baru terjadi pada tahun 2015. Berawal dari tugas sebagai asisten sutradara, ia kini memantapkan diri menjadi penulis skenario sekaligus sutradara penuh. Ratusan jam kerja di ruang sunting berubah menjadi pisau bedah utamanya saat berada di lapangan. Ia memadukan visi pengadeganan dengan ketajaman seorang editor, menciptakan ritme eksekusi visual yang presisi tanpa membuang banyak waktu.

Rencana produksi film kolosal ini muncul bertepatan dengan menguatnya konstelasi perfilman domestik. Volume karya lokal membludak, sejalan dengan lonjakan kualitas sinematografi dan jumlah penonton. Namun, di balik geliat positif tersebut, masih terdapat celah kosong yang kerap memicu kritik dari publik.

“Industri perfilman nasional saat ini masih sangat membutuhkan penambahan layar bioskop yang merata, variasi genre yang lebih segar, serta kehadiran film-film berskala epik yang besar,” tegas Indrata Maulana saat dihubungi Kabarlagi.id, Rabu, (11/03/2026).

Menangkap tantangan tersebut, sang sutradara memposisikan proyek terbarunya sebagai oase bagi industri. Melalui garapan sejarah ini, Indrata tidak sekadar ingin meredam kritik penonton lokal, tetapi juga berupaya membawa kualitas narasi Nusantara untuk bersaing di jaringan bioskop mancanegara (Kabarlagi.id).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad

7 Oktober 2026 - 15:47 WIT

Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga

6 Oktober 2026 - 09:43 WIT

TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar

4 Oktober 2026 - 21:55 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

2 Oktober 2026 - 18:49 WIT

Trending di Goverment