Merauke – Kabarlagi.id. Konferensi Cabang (Konfercab) V Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Merauke yang berlangsung di Hotel Itese, Jumat (24/4/2026), menjadi panggung kolaborasi strategis antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah. Perhelatan yang bertepatan dengan Harlah Fatayat NU ke-76 ini menyoroti
pentingnya peran perempuan muda dalam pembangunan.
Ketua PWNU Provinsi Papua Selatan, K.H. Moch Arifin, menekankan bahwa
Fatayat harus menjadi motor penggerak yang mampu merangkul generasi muda secara masif. Menurutnya, kesuksesan organisasi terletak pada kemampuan pemimpin dalam menghidupkan ghirah di setiap tingkatan, mulai dari anak cabang hingga ranting.
“Seorang pemimpin, kesuksesan seorang pemimpin, itu adalah mempunyai semangat juang yang tinggi, bisa menggerakkan seluruh komponen. Pimpinan apapun dituntut
untuk itu. Bisa menggerakkan, punya ide-ide baru, punya terobosan-terobosan
baru,” tegas K.H Moch Arifin di hadapan para peserta.
Di sisi lain, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hajah Wilda Qushoyri,
M.Pd., menekankan bahwa kehadiran pimpinan pusat di Merauke adalah bentuk
keseriusan dalam menata organisasi yang saat ini berstatus caretaker.
Ia berharap Konfercab ini menjadi momen untuk menginternalisasi empat pilar besar
Fatayat, yakni penguatan struktural, kaderisasi, pelayanan, dan digitalisasi.
“Konferensi hari ini bukan semata-mata pemilihan ketua baru. Namun penataan
organisasi PC Fatayat NU Kabupaten Merauke supaya lebih baik ke depannya,” ujar Wilda.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Daerah melalui Wakil Bupati Merauke, Dr. Fauzun Nihayah, S.H., M.H. Ia menegaskan bahwa Fatayat NU merupakan mitra strategis pemerintah dalam menangani berbagai isu krusial di tanah Animha mulai dari pemberdayaan ekonomi keluarga hingga penanganan stunting.
“Pemerintah Daerah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan kontribusi nyata dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi kemasyarakatan sebesar Fatayat NU,” kata Fauzun.
Ketua PW Fatayat NU Papua Selatan, Fitria Anggraini, S.Pd., optimis bahwa kolaborasi lintas sektor ini akan membawa Fatayat NU lebih adaptif dan berdampak luas. Dengan 65 peserta yang hadir, Konfercab ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang mampu menerjemahkan visi organisasi ke dalam aksi nyata yang
bermanfaat bagi masyarakat dan Nahdlatul Ulama. (Rizki)

