Merauke – Kabarlagi.id. Menara Gereja Imanuel Kodim 1707 Merauke resmi dioperasikan usai prosesi pemotongan pita yang digelar pada Rabu (25/3/2026). Peresmian sarana ibadah ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat di Bumi Cendrawasih.
Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 09.30 WIT ini dihadiri sejumlah pejabat penting. Wakapolsek Merauke Kota AKP Elvis Palpialy, S.Sos., hadir mewakili Kapolres Merauke dan tampak membaur bersama tamu undangan di pelataran gereja. Ibadah peresmian dipimpin oleh Pdt. Wong, S.Th., sebelum dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda operasional menara.
Dandim 1707 Merauke Letkol Eko Setyawan dan Asisten I Setda Merauke yang mewakili Bupati juga turut hadir memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka menegaskan komitmen lintas sektor dalam mendukung kebebasan beribadah dan pembangunan kerukunan umat beragama.
“Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan keagamaan, sekaligus mempererat sinergitas yang sudah terjalin erat antara aparat, pemerintah, dan jemaat,” tegas AKP Elvis Palpialy di lokasi acara.
Puncak prosesi peresmian dilakukan oleh Ketua Klasis Merauke Pdt. Viktor N. Jelira, S.Th., yang mewakili Badan Pekerja Sinode GPI Papua. Momen bersejarah ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Merauke Frangki Silibun beserta para majelis jemaat.
Acara juga diisi dengan laporan komprehensif dari Ketua Panitia Pembangunan mengenai perjalanan berdirinya menara, mulai dari perencanaan hingga realisasi. Setelah rangkaian sambutan formal, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang memperlihatkan kehangatan hubungan antar-instansi di Merauke.
Hingga acara berakhir, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Hal ini mencerminkan kerukunan umat beragama yang tetap terjaga dengan baik di wilayah hukum Polsek Merauke Kota.
Kehadiran menara Gereja Imanuel ini tidak hanya menambah nilai estetika bangunan ibadah, tetapi juga menjadi monumen kolaborasi nyata antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial di tanah Papua. (Rizki)


