Merauke – Kabarlagi.id. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bergerak cepat memacu pembangunan kawasan sentra produksi pangan, energi, dan air di Merauke, Papua Selatan. Langkah strategis ini diambil guna memastikan Merauke menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menyokong kebutuhan pangan dan energi nasional secara mandiri.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini meninjau langsung progres pembangunan di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Selasa, (14/07/2026). Di lokasi tersebut, ia melihat kesiapan infrastruktur pendukung yang menjadi kunci distribusi hasil bumi nantinya.
Zulkifli menjelaskan bahwa pelabuhan di Wanam telah rampung, sementara akses jalan sepanjang 58 kilometer sudah berhasil dikerjakan dari target total 135 kilometer. Selain itu, pembangunan bandara di kawasan tersebut kini tengah dipersiapkan.
“Maka sekarang jalan dan pelabuhan harus ada, bandaranya juga harus ada, ” kata Menko Zulkifli di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan program prioritas nasional di Swissbel-hotel Merauke.
Pembangunan infrastruktur ini belajar dari pengalaman masa lalu. Zulhas menyebutkan bahwa pada era Presiden Soeharto, pembukaan sawah di Merauke pernah dilakukan namun gagal memberikan dampak maksimal karena minimnya akses logistik. Menurutnya, tanpa pelabuhan dan jalan yang memadai, produksi beras yang melimpah tidak akan bisa diangkut ke luar daerah.
Selain infrastruktur, fokus utama saat ini adalah pencetakan 10 ribu hektar sawah di Wanam. Dari target tersebut, seluas 1.200 hektar sudah selesai dikerjakan dan kini telah ditanami. Pemerintah memperkirakan panen perdana dari lahan baru ini akan berlangsung pada September atau Oktober mendatang.
Zulhas optimistis Merauke akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, bahkan berpotensi melampaui daerah lain di Papua. Visi besarnya adalah menjadikan Merauke sebagai pemasok beras utama bagi wilayah Papua hingga Maluku, bahkan hingga menembus pasar ekspor.
Tidak hanya beras, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat industri gula dan pengembangan B-50 agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar. Dampak ekonomi dari hilirisasi ini diyakini akan langsung dirasakan oleh masyarakat setempat melalui kemakmuran yang merata.
Kabar baik juga datang bagi sektor peternakan. Mengingat kontur wilayah Merauke yang didominasi tanah datar yang luas, pemerintah berencana mengembangkan peternakan sapi berskala besar di daerah ini.
“Tentunya ini dilakukan untuk memajukan Papua dan masyarakat, pangannya tidak bergantung pada daerah lain, ” tambah Zulkifli.
Menutup rangkaian kunjungan, Menko Pangan menegaskan pentingnya sosialisasi kepada aparat TNI/Polri, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Baginya, dukungan semua elemen penting untuk memastikan aspirasi warga Merauke, Mappi, dan Boven Digoel tersampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto demi kesetaraan pembangunan di Papua. (Rizki)




