Bekasi – Kabarlagi.id Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi (DK3B) periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Umar Tadjuddin sebagai Ketua Komite Sastra mulai mengakselerasi berbagai program strategis untuk memperkuat budaya literasi di Kota Bekasi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen DK3B dalam membangun ekosistem sastra yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.
Komite Sastra DK3B menghadirkan tiga program unggulan, yakni Pojok Buku, Duta Literasi, dan Lomba Baca Puisi Tahunan. Ketiga program tersebut dirancang untuk meningkatkan minat baca masyarakat, memperluas apresiasi terhadap karya sastra, serta mencetak generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan mencintai bahasa Indonesia.
Menurut Umar Tadjuddin, literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan dan berdaya saing. Karena itu, Komite Sastra DK3B ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bekasi.
Program Pojok Buku akan diwujudkan sebagai ruang baca yang nyaman, terbuka, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat aktivitas literasi, tempat anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum dapat membaca, belajar, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan. Program tersebut juga akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, komunitas, penerbit, dan berbagai elemen masyarakat.
Sementara itu, Duta Literasi Kota Bekasi akan menjadi motor penggerak budaya membaca melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda. Kehadiran para duta literasi diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup.
Di bidang apresiasi sastra, Komite Sastra kembali menggelar Lomba Baca Puisi Tahunan sebagai wadah bagi pelajar dan masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas, meningkatkan kemampuan membaca puisi, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sastra Indonesia.
Tak berhenti di situ, DK3B juga menargetkan lahirnya Forum Simpul Sastra, penyelenggaraan Festival Sastra sebagai agenda tahunan, meningkatnya jumlah pelatihan kepenulisan, penerbitan antologi puisi karya sastrawan Bekasi, hingga peningkatan prestasi sastra Kota Bekasi di tingkat regional maupun nasional.
Umar Tadjuddin berharap seluruh program tersebut mampu menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai pihak dalam membangun budaya literasi.
> “Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi menjadi jalan untuk membangun karakter, memperkuat peradaban, dan melahirkan masyarakat yang kreatif. Kami ingin Komite Sastra DK3B menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pegiat sastra dan literasi untuk bersama-sama memajukan Kota Bekasi,” ujar Umar Tadjuddin.Selasa (14/7/2026).
Melalui kepemimpinan baru Komite Sastra periode 2026–2030, DK3B optimistis Kota Bekasi akan semakin dikenal sebagai kota yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kuat dalam pengembangan seni, sastra, dan kebudayaan, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa.(Djo)

