Merauke – Kabarlagi.id. Kepolisian Resor Merauke mematangkan persiapan lomba pos keamanan lingkungan atau pos kamling untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Koordinasi teknis yang melibatkan jajaran aparat kewilayahan ini berlangsung di Aula Mean Say Polres Merauke pada Senin (15/6/2026) pagi.
Kasat Binmas Polres Merauke AKP Bachtiar Syarief memimpin langsung pertemuan yang dihadiri 11 kepala kelurahan se-Kabupaten Merauke serta jajaran Bhabinkamtibmas tersebut. Rapat ini tidak sekadar membahas perayaan hari jadi kepolisian, tetapi berfokus pada upaya membangkitkan kembali sistem keamanan lingkungan yang tertib dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Berdasarkan hasil kesepakatan, rangkaian penilaian lomba dijadwalkan berlangsung di seluruh kelurahan pada 13 hingga 30 Juni 2026. Tim penilai gabungan dari Satuan Binmas, Polsek, dan perwakilan kelurahan akan turun menyambangi lokasi pada jam rawan, tepatnya antara pukul 22.00 hingga 01.00 WIT. Untuk menjaga objektivitas penilaian, jadwal kunjungan baru akan diinformasikan oleh Bhabinkamtibmas pada dua hari sebelum inspeksi.
Aspek yang dinilai oleh tim juri tidak hanya bertumpu pada fisik bangunan pos. Ada lima kriteria utama yang ditetapkan, yakni kelengkapan administrasi, tingkat keaktifan warga melakukan ronda malam, ketersediaan sarana prasarana, kebersihan lingkungan pos, hingga inovasi kegiatan keamanan. Demi kelancaran kompetisi, Polres Merauke mengambil peran menyusun petunjuk teknis dan menyiapkan hadiah, sementara para kepala kelurahan bertugas menggerakkan partisipasi warganya sekaligus merapikan administrasi pos.
Nantinya, pos kamling dengan kinerja paling optimal akan memperebutkan posisi juara satu hingga tiga untuk mendapatkan uang pembinaan serta piagam penghargaan yang diumumkan pada 3 Juli 2026. Menanggapi inisiatif ini, seluruh kepala kelurahan menyatakan kesiapan penuh untuk menghidupkan kembali pos kamling di wilayah masing-masing. Melalui kompetisi ini, semangat gotong royong diharapkan kembali menyala sehingga setiap lingkungan memiliki ketahanan mandiri dalam menangkal potensi kejahatan. (Rizki)



