Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus memperkuat konektivitas transportasi sebagai dasar percepatan pembangunan daerah. Langkah ini ditandai lewat serangkaian pertemuan strategis Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bersama manajemen PT Smart Cakrawala Aviation dan jajaran pimpinan Kementerian Perhubungan di Jakarta pada Kamis, (6/8/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur Apolo Safanpo didampingi bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan Michael R. Gomar dan Staf Khusus Gubernur Peter Tukan. Pertemuan pertama ditujukan kepada Presiden Direktur PT Smart Cakrawala Aviation Pongky Majaya guna membahas optimalisasi penerbangan perintis dan distribusi logistik ke wilayah pedalaman, seperti rute Tanah Merah menuju Pegunungan Bintang serta armada dari Merauke.

“Keberadaan transportasi udara memiliki peran vital dalam membuka akses bagi masyarakat di wilayah pedalaman sekaligus memperkuat rantai pasok logistik, sehingga pelayanan publik dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih optimal,” tegas Safanpo.

Usai pertemuan pertama, rombongan Pemprov Papua Selatan menyambangi Kantor Kementerian Perhubungan RI. Pertemuan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Ir. Lukman F. Laisa beserta jajaran Sekretaris Ditjen dan kepala biro.

Di hadapan pimpinan Kemenhub, Apolo memaparkan usulan pengembangan infrastruktur untuk mendukung Papua Selatan sebagai daerah penyangga Program Strategis Nasional (PSN). Proyek strategis yang diajukan mencakup pembangunan dua unit garbarata di Bandar Udara Mopah Merauke pada 2027, kajian perluasan Pelabuhan Yos Sudarso Merauke untuk depo peti kemas dan pelabuhan rakyat, serta percepatan proyek Replacement Segmen II Pelabuhan Agats di Asmat yang ditargetkan tuntas pada November 2026.

Selain pembangunan fisik, Pemprov Papua Selatan mendorong perbaikan layanan transportasi non-fisik. Usulan tersebut meliputi penerbangan perintis yang berpihak pada warga lokal, skema kontrak layanan penerbangan lebih dari satu tahun agar berkelanjutan, ketersediaan alat komunikasi di lapangan terbang terpencil, serta kelancaran distribusi BBM via laut. Safanpo juga mendesak peningkatan keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) di industri penerbangan dan meminta bantuan armada bus rute Merauke–Tanah Merah serta Trans Papua Selatan.

“Pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan Papua Selatan,” ungkap Safanpo.

Pertemuan strategis di Jakarta tersebut diakhiri dengan penyerahan plakat cenderamata kepada jajaran Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dalam mempercepat konektivitas di wilayah timur Indonesia. (Rizki)