Menu ✖

Mode Gelap
AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

Goverment · 23 Sep 2026 20:23 WIT ·

Kementan Gandeng Penyuluh Se‑Papua Raya Jadi Sentra Ekspor Pertanian


					Kementan Gandeng Penyuluh Se‑Papua Raya Jadi Sentra Ekspor Pertanian Perbesar

Merauke – Kabarlagi.id. Pemerintah pusat mempercepat transformasi Papua Raya menjadi lumbung pangan dan sentra hilirisasi komoditas berorientasi ekspor. Arahan strategis tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penyuluh se-Papua di Swiss-Belhotel Merauke, Rabu, (23/9/2026).

Kepala Pusat Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Eko Nugroho Damo Putra menyatakan bahwa kawasan Papua Selatan diposisikan sebagai garda terdepan pengembangan tanaman pangan. Wilayah ini ditopang sejumlah program prioritas, mulai dari cetak sawah masif, optimasi lahan eksisting, hingga agenda proyek strategis nasional.

Meski demikian, intervensi pemerintah dipastikan tidak hanya berpusat di Merauke dan sekitarnya. Wilayah lain seperti Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya turut menerima sokongan sarana produksi tanaman pangan, perkebunan, hingga subsektor peternakan.

Eko menegaskan komitmen pemerataan bantuan tersebut di hadapan para penyuluh lintas wilayah.

“Tidak hanya Papua Selatan, tapi se-Papua Raya juga mendapat dukungan dari sektor pertanian,” ujarnya.

Dukungan lintas sektor itu dirancang untuk memicu produktivitas petani di tingkat akar rumput sekaligus memutar roda ekonomi perdesaan secara berkelanjutan.

“Bapak Menteri Pertanian memberikan konsentrasi penuh juga di Papua Raya ini untuk kemudian membangkitkan semangat para petani, membangkitkan perekonomian, sehingga masyarakat Papua semakin sejahtera,” katanya.

Di hadapan peserta rapat, Eko juga memaparkan ketahanan stok pangan nasional yang dinilai berada dalam kondisi sangat aman. Cadangan beras yang dikelola Perum Bulog saat ini telah menyentuh angka sekitar 5 juta ton, menorehkan salah satu catatan volume stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Tingginya serapan cadangan pangan tersebut, menurutnya, lahir dari integrasi kerja lapangan yang solid antara kementerian teknis bersama pemerintah provinsi dan jajaran kabupaten maupun kota.

“Ini bukti nyata bahwa kerja-kerja kita, kerja-kerja yang dilakukan secara bersama dan bersinergi, berkolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dengan dukungan pemerintah pusat tentunya, ini bisa berjalan dengan baik sesuai target yang ditentukan,” pungkasnya. (Rizki)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

AKBP Rezi Dharmawan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-59 untuk Sufmi Dasco Ahmad

7 Oktober 2026 - 15:47 WIT

Dior Rachall Dorong Gibran Pertimbangkan Mundur dari Wapres: Demi Kehormatan Diri dan Keluarga

6 Oktober 2026 - 09:43 WIT

TEP Peternakan IPB Kenalkan Fermentasi Ampas Sagu sebagai Pakan Ternak di Festival Kali Mar

4 Oktober 2026 - 21:55 WIT

KPA Merauke Evaluasi Kinerja, Prioritaskan Edukasi HIV/AIDS bagi Usia Produktif

2 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Pemprov Papua Selatan Minta BGN Buka Dapur MBG di Wilayah 3T

2 Oktober 2026 - 21:13 WIT

Capaian Program Hunian dan Pengelolaan Sampah, Merauke Sabet Dua Penghargaan Kemendagri

2 Oktober 2026 - 18:49 WIT

Trending di Goverment