Merauke – Kabarlagi.id. Guru dan orang tua murid SDIT Permata Bunda Merauke bergotong royong menggelar penyembelihan hewan kurban perdana, Kamis (28/05/2026). Proses penyembelihan dipusatkan di Rumah Potong Hewan (RPH) Merauke, sementara pendistribusian daging kepada masyarakat dilakukan di pelataran sekolah.
Kolaborasi tersebut berhasil mengumpulkan dua ekor sapi. Ketua Panitia yang juga Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDIT Permata Bunda, Jumadil Wahid, menjelaskan sumber pengadaan hewan kurban tersebut.
“Untuk dua ekor sapi ini kita patungan. Pertama dari guru-guru, kedua dari orang tua siswa, dan ditambah dengan orang tua siswa yang ada di TK IT Permata Bunda juga. Makanya alhamdulillah kita dapat dua ekor sapi ini dari patungan antara guru dengan orang tua murid,” tuturnya.
Proses pemotongan berjalan lancar dan daging langsung dikemas untuk didistribusikan.
“Untuk saat ini kurban di SDIT Permata Bunda kita dapat dua ekor sapi, dengan total kresek yang sekarang dihitung sebanyak 120 kantong dari dua ekor sapi yang kita sembelih hari ini,” tambah Jumadil.
Selain mendistribusikan daging, kegiatan kurban ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai spiritual dan pengorbanan di lingkungan sekolah.
“Harapan kami dengan kurban ini, kami ikut meneladani kisah Nabi Ibrahim tentang sebuah pengorbanan. Harapannya dengan pengorbanan ini kita mampu memotong, membinasakan sifat-sifat yang mungkin akan membuat kita ragu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mungkin lebih meyakinkan kita untuk percaya dan yakin, dan menambah keimanan kita,” jelasnya.
Kepala Sekolah SDIT Permata Bunda, Alif Friendy Kurniawan, S.Pd., mencatat momen ini sebagai sejarah baru bagi institusi yang dipimpinnya.
“Sekali lagi saya ucapkan jazakumullah khairan katsir pada seluruh pengkurban, yang tahun ini perdana kita menggelar kurban untuk bisa mengumpulkan hewan kurban dan mendistribusikannya kepada yang berhak,” ungkap Alif.
Ia juga memastikan kualitas pengelolaan kurban di sekolahnya akan terus ditingkatkan.
“Dan yang dicapai ada dua ekor sapi, mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah dan pelayanan yang kami berikan semoga memberikan pelayanan terbaik untuk para pengkurban,” lanjutnya.
Kehadiran program kurban perdana ini turut menjadi jembatan sosial.
“Dan salah satu harapan diadakannya penyembelihan hewan kurban ini menjadi ajang untuk meningkatkan soliditas guru-guru di SDIT Permata Bunda dan juga komite sekolah. Karena yang bekerja ada guru dan juga komite yang hadir, dan juga masyarakat sekitar di wilayah SDIT Permata Bunda. Sehingga keberadaan kita itu bermanfaat buat lingkungan sekitar,” urai Alif.
Berkaca pada antusiasme tahun ini, pihak sekolah berencana membuka ruang partisipasi lebih luas pada penyaluran kurban mendatang.
“Insyaallah tentu. Kami sangat antusias juga ketika ada orang-orang luar mau dan mempercayakan kurbannya di sekolah kami, SDIT Permata Bunda. Suatu kehormatan memang ketika ada dan kita dipercaya untuk menangani hewan kurban dari masyarakat,” kata Jumadil merespons peluang donasi eksternal.
Kesiapan senada juga ditegaskan oleh Kepala Sekolah SDIT Permata Bunda.
“Kalau untuk dari luar, insyaallah kita sangat siap menerima dan kita siap untuk menyalurkannya kepada yang berhak untuk mendapatkan daging hewan kurban,” tegas Alif.
Menutup agenda tersebut, panitia mematok target yang lebih tinggi. “Dan semoga di tahun depan lagi kami bisa lebih meningkat lagi dari dua ekor sapi untuk tahun ini, tahun depan kita bisa empat atau lima ekor sapi. Semoga,” harap Jumadil.
Alif pun mengamini target itu sebagai visi sekolah ke depan. “Sementara itu, harapan dari kami sekali lagi mudah-mudahan tahun depan para pengkurban yang sudah berkurban tahun ini bisa ikut kurban tahun depan, dan jumlah sapi yang akan disembelih semoga bisa bertambah menjadi empat sehingga setiap tahun terus melipatgandakan jumlah hewan kurbannya,” pungkasnya. (Rizki)




