SDIT Permata Bunda Merauke Perdana Terima Makan Bergizi Gratis
News

SDIT Permata Bunda Merauke Perdana Terima Makan Bergizi Gratis

Merauke – Kabarlagi,id. Suasana riuh gembira mewarnai halaman SDIT Permata Bunda saat transportasi pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba pada Selasa (19/05). Sebanyak 147 porsi makanan hangat dalam wadah ompreng langsung dibagikan kepada para murid yang telah menanti dengan antusias. Kehadiran program nasional ini menjadi distribusi ke-17 bagi institusi pendidikan di wilayah Merauke.

Pihak sekolah menyambut positif realisasi program yang telah dinanti sejak lama ini. Wakil Kepala Urusan Kesiswaan SDIT Permata Bunda, Yeni Nurhayati, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan perdana yang diperoleh sekolahnya.

“Alhamdulillah, saya senang mendapat MBG dari pemerintah karena memang sudah ditunggu-tunggu anak-anak. Ketika melihat di berita sekolah-sekolah semua pada dapat MBG, alhamdulillah hari ini pertama kalinya Permata Bunda mendapat MBG. Mudah-mudahan ini akan berjalan lancar dan mendapat dampak yang baik untuk sekolah dan siswa,”paparnya.

Yeni menerangkan bahwa program ini memberikan manfaat ganda, khususnya dalam menekan biaya operasional sekolah serta meringankan tanggung jawab harian wali murid. Layanan makan siang mandiri yang biasa difasilitasi sekolah kini terbantu oleh pasokan gizi gratis tersebut.

“Mudah-mudahan dengan MBG ini anak-anak lebih semangat sekolahnya dan tentunya lebih meringankan orang tua murid, karena biasanya kita menyiapkan makan siang untuk anak-anak sebelumnya,”jelas Yeni.

Program bantuan pangan ini juga dinilai membantu keluarga siswa yang berdomisili cukup jauh dari sekolah, seperti kawasan Semangga hingga Mopah. Keberadaan paket makanan siap saji memangkas waktu persiapan pagi hari yang biasanya menyita energi orang tua.

“Siswa terjauh dari Mopah dan Semangga, sehingga kadang beberapa orang tua tidak sempat menyiapkan bekal. Biasanya mereka pasti beli bekalnya di jalan. Tapi dengan MBG ini mereka tidak usah memikirkan membeli bekal di jalan atau sibuk pagi-pagi menyiapkan bekal. Anak-anak atau orang tua sudah langsung bisa berangkat ke sekolah karena sudah disiapkan dari MBG-nya itu sendiri,”tutur Yeni.

Sementara itu, aspek kesetaraan sosial di lingkungan kelas turut membaik pasca-pemberlakuan program ini. Guru kelas VI, Lutfiana Masrianti, menuturkan perbedaan bekal harian yang dibawa para siswa sebelumnya sempat memicu ketimpangan psikologis saat jam makan tiba.

“Sebelumnya ada beberapa anak yang memang orang tuanya sudah menyiapkan sarapan, dan ada juga yang belum. Jadi kalau yang belum itu, biasanya mereka hanya melihat, kemudian merasakan keinginan juga seperti teman-temannya yang lain membawa bekal. Tapi mungkin orang tua tidak mempersiapkan atau mereka sudah sarapan di rumah, jadinya rasa keinginan sarapan seperti teman-teman itu ada, makan di sekolah,”kenang Lutfiana.

Ia melanjutkan, keseragaman menu melalui program MBG terbukti efektif mengikis rasa minder serta membangun rasa kebersamaan yang setara di ruang kelas.

“Itu memang sebelum ada MBG. Nah, setelah ada MBG ini, mereka senang karena akhirnya bisa makan sama dengan teman-temannya, makan bersama dengan menu yang sama. Jadi, ‘Teman makan ini, aku juga bisa merasakan menu yang sama’. Kalau sebelumnya mereka ada yang berkata, ‘Mereka bisa bawa ayam di sekolah, tapi aku cuma bawa roti’. Jadi dengan adanya MBG itu mereka bisa merasakan kesetaraan makan bersama,”tambahnya.

Dampak positif ini pun langsung dirasakan pada eratnya ikatan emosional di antara para murid selama beraktivitas di sekolah.

“Meningkatkan kekeluargaan. Jadi mereka merasakan sama-sama rasa, merasa apa yang mereka makan,”ungkap Lutfiana.

Antusiasme menyambut bantuan pangan ini rupanya sudah terbangun sejak lama. Lutfiana menceritakan bagaimana murid-mudnya kerap bertanya tentang kepastian jadwal giliran untuk sekolah mereka sebelum bantuan tersebut akhirnya resmi disalurkan.

“Beberapa sekolah sudah pernah dapat, cuma sekolah kita belum dapat. Jadi mereka itu sudah menantikan MBG ini dari jauh-jauh hari. Mereka sangat senang ketika MBG-nya datang. Mereka sampai bertanya-tanya kapan sekolah kita dapat. Akhirnya pada hari ini sekolah kita dapat, dan dari pagi mereka sudah antusias sekali menunggu MBG itu datang ke sekolah kita. Jadi mereka sangat senang,”tutupnya. (Rizki)

administrator
Jurnalis, Videografer & Founder Klik Ternak. 2+ thn pengalaman menyatukan teknologi & visual storytelling demi edukasi peternakan yang inspiratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *