Berkabar Untuk Indonesia Jl. Kramat Lontar No.H. 92, RT.6/RW.7, Kramat, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450

Menu Utama

Shalat Idul Adha di Masjid As Syafaat Merauke Ingatkan Umat Mengenai Makna Syukur dan Sabar

PenulisRizki Saputra
Dipublikasikan

Merauke – Kabarlagi.id. Ratusan jamaah memadati area dalam hingga teras Masjid As-Syafaat Merauke pada Rabu (27/05/2026). Mereka hadir sejak pagi untuk melaksanakan ibadah shalat Idul Adha diiringi lantunan takbir dan tahlil yang terus menggema.

Sebelum rangkaian ibadah dimulai, pengurus masjid menyampaikan laporan kepanitiaan tahun ini.

“Panitia Asy-Syafaat telah menerima hewan kurban sebanyak 10 ekor sapi dan 2 ekor kambing,”ujar perwakilan pengurus kepada jamaah.

Pihak masjid juga mengumumkan susunan petugas shalat pada hari itu. Ustaz Matori bertindak selaku khatib, Ustaz Mustofa memimpin barisan sebagai imam, dan Imron bertugas menjadi bilal.

Rangkaian shalat dilanjutkan dan diakhir penyampaian khutbah. Ustaz Matori membuka pesannya dengan ajakan bersyukur atas segala karunia dan perlindungan Allah.

“Mudah-mudahan syukur ini senantiasa kita jaga di sepanjang hayat kita sampai kelak kita masuk surga-Nya Allah SWT,” katanya dari atas mimbar.

Ia menyinggung pelaksanaan ibadah haji dan kurban yang menjadi inti perayaan Idul Adha. Khatib mendoakan para jamaah haji meraih kemabruran dan berharap mereka yang belum berangkat segera mendapat izin.

Lebih lanjut, Ustaz Matori menjelaskan makna bahasa dari Idul Kurban yakni dekat.

“Ibadah ini diadakan setiap tahun agar umat muslim senantiasa kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT dari berbagai hal duniawi yang kerap menjauhkan kita dari-Nya,” tegasnya.

Pelaksanaan kurban, menurut Ustaz Matori, adalah bukti kepatuhan umat pada syariat Nabi Muhammad SAW untuk mengikuti agama Nabi Ibrahim AS. Ia mengingatkan kembali sejarah perintah penyembelihan melalui mimpi Nabi Ibrahim dan kesabaran Nabi Ismail merespons perintah tersebut. Dari peristiwa itu, ia menarik dua pelajaran utama yakni syukur dan sabar.

“Nabi Ibrahim adalah hamba yang sangat pandai bersyukur atas segala nikmat. Kita harus meniru keteladanan ini dengan memanfaatkan harta, ilmu, dan kesehatan sesuai dengan kehendak Allah,” ucapnya.

Sikap tersebut harus diimbangi dengan kesabaran dan tawakal dalam menghadapi ketetapan hidup. Ustaz Matori menekankan bahwa orang beriman akan senantiasa menyerahkan urusannya kepada Tuhan.

“Tidak ada satupun musibah yang menimpa kecuali atas izin Allah,” tambahnya.

Pada akhir khutbahnya, ia mengingatkan bahwa ibadah kurban saat ini akan menjadi saksi di hari kiamat. Amalan ini membuktikan risalah Nabi Muhammad SAW telah sampai dan diamalkan.

Bagi mereka yang beramal saleh, bersabar, dan bersyukur, Allah menuntun mereka masuk ke surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Di sana, ucapan mereka adalah doa-doa suci Subhanakallahumma dan Salam, yang ditutup dengan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (Rizki)

Tentang Penulis

Rizki Saputra

Penulis di redaksi KabarLagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top